Rumah Limas Palembang, Hunian Komunal dengan Sentuhan Melayu
Rio adi pratama
Senin, 02 Agustus 2021 - 19:25 WIB
Rumah Limas Palembang Foto: Langit7.id/rio adi pratama
Mungkin Sahabat LANGIT7 tidak asing dengan gambar rumah limas yang diabadikan di dalam uang kertas pecahan Rp 10.000. Gambar rumah tersebut ternyata ada di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Kini rumah limas itu berada di Museum Negeri Sumsel ‘Balaputra Dewa’ yang berlokasi di Jalan Srijaya I, No. 288, KM 5,5, Kota Palembang.
Sesuai namanya, Rumah Limas merupakan rumah tradisional berbentuk limas yang dibuat dengan gaya panggung. Hampir seluruh bagian rumah itu terbentuk dari kayu unglen, kayu seru, dan kayu tembesu. Mulai dari pondasi, kerangka rumah, dinding, lantai, pintu hingga jendela.
Pengaruh Arsitektur Melayu
Rumah Limas bisa dibilang salah satu kekayaan arsitektur tradisional dengan kearifan lokal. Salah satunya yakni menurut buku Arsitektur Tradisional Daerah Sumatera Selatan, oleh Siswanto, 1991, meski tidak terdapat jendela, di antara kedua pintu depan diberi dinding yang berupa ruji-ruji kayu dengan motif tembus.
Keberadaan jeruji itu cukup efektif untuk sirkulasi angin walaupun pemanfaatan sinar matahari kurang optimal. Bentuk Ini menunjukkan bahwa orang zaman dulu pun sudah berpikir pentingnya penghawaan dalam bangunan agar udara bisa tersebar ke seluruh rumah.
Rumah Limas dalam temuan ilmiah studi Arsitektur oleh Fakultas Teknik, Universitas Lhokseumawe, merupakan bangunan dengan pengaruh Arsitektur Melayu. Ada kemiripan bentuk dan morfologi bangunan rumah tradisional di Kota Palembang dengan bangunan yang ada di provinsi Riau.
Kini rumah limas itu berada di Museum Negeri Sumsel ‘Balaputra Dewa’ yang berlokasi di Jalan Srijaya I, No. 288, KM 5,5, Kota Palembang.
Sesuai namanya, Rumah Limas merupakan rumah tradisional berbentuk limas yang dibuat dengan gaya panggung. Hampir seluruh bagian rumah itu terbentuk dari kayu unglen, kayu seru, dan kayu tembesu. Mulai dari pondasi, kerangka rumah, dinding, lantai, pintu hingga jendela.
Pengaruh Arsitektur Melayu
Rumah Limas bisa dibilang salah satu kekayaan arsitektur tradisional dengan kearifan lokal. Salah satunya yakni menurut buku Arsitektur Tradisional Daerah Sumatera Selatan, oleh Siswanto, 1991, meski tidak terdapat jendela, di antara kedua pintu depan diberi dinding yang berupa ruji-ruji kayu dengan motif tembus.
Keberadaan jeruji itu cukup efektif untuk sirkulasi angin walaupun pemanfaatan sinar matahari kurang optimal. Bentuk Ini menunjukkan bahwa orang zaman dulu pun sudah berpikir pentingnya penghawaan dalam bangunan agar udara bisa tersebar ke seluruh rumah.
Rumah Limas dalam temuan ilmiah studi Arsitektur oleh Fakultas Teknik, Universitas Lhokseumawe, merupakan bangunan dengan pengaruh Arsitektur Melayu. Ada kemiripan bentuk dan morfologi bangunan rumah tradisional di Kota Palembang dengan bangunan yang ada di provinsi Riau.