home community

Keterbatasan Al-Qur'an Tak Surutkan Semangat Anak-anak dalam Mengaji

Kamis, 19 Mei 2022 - 22:34 WIB
Keterbatasan tak menyurutkan semangat anak-anak belajar Al-Quran. Masra sebagai pengajar pun tetap gigih mengajarkan ilmunya agar anak-anak bisa baca tulis Al-Quran. Foto: Dok BWA.
Keberadaan mushaf Al-Qur'an di wilayah terpencil masih langka, dan kalaupun ada biasanya sudah lusuh. Salah satunya di Taman Pendidikan Qu’ran (TPQ) Nurul Yaqin, Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Masra Umar, pengajar TPQ Nurul Yaqin mengatakan, selama 10 tahun TPQ nurul Yaqin tak tersentuh bantuan pendidikan, dalam hal ini fasilitas Al-Qur'an. Untuk mengaji, anak-anak membawa sendiri, tapi dengan kondisi seadanya.

“Banyak yang robek, atau lepas halamannya,” tutur Masra.

Keterbatasan tak menyurutkan semangat anak-anak belajar Al-Qur'an. Masra sebagai pengajar pun tetap gigih mengajarkan ilmunya agar anak-anak bisa baca tulis Al-Qur'an.

Baca Juga:Tadabur Ayat: Menjaga Spirit Ibadah dan Istikamah Pasca-Ramadhan

“Alhamdulillah sangat senang dengan adanya bantuan Al-Qur’an ini. Terima kasih BWA (Badan Wakaf Al-Qur'an) yang sudah jauh-jauh dari Jakarta bawakan Al-Qur’an untuk kami di Luwu Timur,” lanjutnya.

Mendistribusikan Al-Qur'an ke wilayah terpencil merupakan salah satu program unggulan BWA. BWA mendistribusikan 4.000 Al-Qur’an untuk Provinsi Sulawesi Selatan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
alquran mengaji daerah baca alquran badan wakaf alquran
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya