Dakwah Bukan Hanya Ceramah di YouTube, tapi Menuntun Jemaah
Mahmuda attar hussein
Selasa, 24 Mei 2022 - 14:35 WIB
Ilustrasi dakwah online. (Foto: Istimewa).
Dakwah dinilai bukan hanya ceramah di atas mimbar, apalagi ditayangkan di YouTube. Tapi menyerukan jemaah dan menuntun mereka kepada ajaran Al Quran dan hadist.
Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal mengatakan, upaya menuntun tersebut bisa dilakukan lewat berbagai amal usaha, seperti rumah sakit, sekolah, panti asuhan dan lembaga lainnya.
"Di Muhammadiyah, keberadaan amal usaha ini merupakan bentuk dakwah persyarikatan dalam menyebarluaskan nilai-nilai Islam untuk membangun tauhid kepada Allah SWT," kata Fathurrahman, Selasa (24/5/2022).
Baca Juga:Tafsir Al-Anbiya Ayat 52-66: Keteguhan Ibrahim dalam Dakwah Tauhid
Dakwah seperti ini, kata dia, membutuhkan kompetensi dan kualifikasi yang kompleks. Sebab dakwah bersifat komprehensif, dan integral, berbeda halnya bila hanya dilakukan di YouTube.
"Jadi bukan hanya lisan dan tulisan semata. Tapi diwujudkan dalam bentuk amal usaha, lalu dilakukan secara terorganisasi serta di seluruh daerah Indonesia, bahkan dunia," ujar dia.
"Saya tidak rela bila dakwah hanya di ruang lingkup sosial media saja, misalnya, hanya jadi aktivitas youtuber. Kita jangan kehilangan substansi dari dakwah itu sendiri," katanya.
Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal mengatakan, upaya menuntun tersebut bisa dilakukan lewat berbagai amal usaha, seperti rumah sakit, sekolah, panti asuhan dan lembaga lainnya.
"Di Muhammadiyah, keberadaan amal usaha ini merupakan bentuk dakwah persyarikatan dalam menyebarluaskan nilai-nilai Islam untuk membangun tauhid kepada Allah SWT," kata Fathurrahman, Selasa (24/5/2022).
Baca Juga:Tafsir Al-Anbiya Ayat 52-66: Keteguhan Ibrahim dalam Dakwah Tauhid
Dakwah seperti ini, kata dia, membutuhkan kompetensi dan kualifikasi yang kompleks. Sebab dakwah bersifat komprehensif, dan integral, berbeda halnya bila hanya dilakukan di YouTube.
"Jadi bukan hanya lisan dan tulisan semata. Tapi diwujudkan dalam bentuk amal usaha, lalu dilakukan secara terorganisasi serta di seluruh daerah Indonesia, bahkan dunia," ujar dia.
"Saya tidak rela bila dakwah hanya di ruang lingkup sosial media saja, misalnya, hanya jadi aktivitas youtuber. Kita jangan kehilangan substansi dari dakwah itu sendiri," katanya.
(bal)