Sumber Keuntungan Penyelenggara dan Supplier Hewan Kurban
Mahmuda attar hussein
Ahad, 29 Mei 2022 - 17:45 WIB
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan hewan kurban. (Foto: Istimewa).
Penyelenggara dan supplier hewan kurban akan mengambil keuntungan transaksi yang dilakukan. Namun, kedua pihak ini memiliki sumber keuntungan yang berbeda.
Ahli Fikih Muamalah, Ustadz Oni Sahroni menuturkan, penyelenggara hewan kurban menggunakan sumber dana operasional dan lainnya dari infak yang didapatkan.
"Layaknya penyelenggaraan donasi sosial, penyelenggara hewan kurban juga menggunakan dana dari infak khusus pengurban atau infak donasi lainnya, atau dari keuntungan kurban dengan kadar yang lazim," jelasnya di Konsultasi Flashsale Kurban, Ahad (29/5/2022).
Baca Juga: Kenali 3 Skema Transaksi dalam Flashsale Hewan Kurban
Lebih lanjut dia mencontohkan, bila dana kurban Rp2 juta, maka penyelenggara boleh menambahkan biaya tambahan Rp50 ribu untuk operasional. Dari sinilah bisa digunakan untuk membiayai operasional kurban, termasuk SDM selama penyelenggaraan.
Sementara supplier hewan kurban wajib mendapatkan keuntungan dari transaksi jual-belinya. Sebab, mereka merupakan penjual yang tidak berkenaan dengan kegiatan sosial.
"Supplier ini seperti supplier komoditi lainnya. Penjual kan kudu mendapatkan keuntungan, karena dalam bisnis tidak ada unsur sosial. Artinya mengambil keuntungan adalah wajib."
Ahli Fikih Muamalah, Ustadz Oni Sahroni menuturkan, penyelenggara hewan kurban menggunakan sumber dana operasional dan lainnya dari infak yang didapatkan.
"Layaknya penyelenggaraan donasi sosial, penyelenggara hewan kurban juga menggunakan dana dari infak khusus pengurban atau infak donasi lainnya, atau dari keuntungan kurban dengan kadar yang lazim," jelasnya di Konsultasi Flashsale Kurban, Ahad (29/5/2022).
Baca Juga: Kenali 3 Skema Transaksi dalam Flashsale Hewan Kurban
Lebih lanjut dia mencontohkan, bila dana kurban Rp2 juta, maka penyelenggara boleh menambahkan biaya tambahan Rp50 ribu untuk operasional. Dari sinilah bisa digunakan untuk membiayai operasional kurban, termasuk SDM selama penyelenggaraan.
Sementara supplier hewan kurban wajib mendapatkan keuntungan dari transaksi jual-belinya. Sebab, mereka merupakan penjual yang tidak berkenaan dengan kegiatan sosial.
"Supplier ini seperti supplier komoditi lainnya. Penjual kan kudu mendapatkan keuntungan, karena dalam bisnis tidak ada unsur sosial. Artinya mengambil keuntungan adalah wajib."
(bal)