Kisah Rasulullah Memuji Pemuda Bekerja di Pagi Buta
Arif purniawan
Selasa, 31 Mei 2022 - 04:00 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Sebuah hadist meriwayatkan bahwa bekerja adalah ibadah yang paling utama. Menjadi seorang pedagang, pengusaha atau wirausahawan, merupakan sebuah ibadah yang tidak jauh beda seperti ketika seseorang hadir dalam suatu majelis ilmu.
Menjadi pengusaha yang ulet, pekerja keras dan sesuai syariat Islam untuk memenuhi kebutuhan hidup bagi keluarga, dan membantu orang tua yang sudah tidak bisa mencari nafkah lagi, merupakan sesuatu hal yang sangat istimewa di mata Nabi Muhammad SAW karena berjuang di jalan Allah SWT.
Seperti diriwayatkan oleh Imam Ghozali dalam Kitab Ihya Ulumuddin, Nabi Muhammad SAW suatu ketika duduk-duduk dengan sahabatnya-sahabatnya.
Baca juga:Obati Rasa Rindu Makkah, Yuk Berkunjung ke Masjid-masjid Berikut
Kemudian, tahu-tahu beliau melihat satu pemuda yang masih pagi buta berangkat bekerja. Pemuda tersebut sibuk bekerja tidak ikut mengaji bersama dengan kanjeng nabi.
Semuanya pada komentar. Masih muda, masih semangat harusnya ngaji ikut kanjeng Nabi. Harusnya ikut bergabung, tapi sudah mencari uang ketika sinar matahari belum nampak.
Menjadi pengusaha yang ulet, pekerja keras dan sesuai syariat Islam untuk memenuhi kebutuhan hidup bagi keluarga, dan membantu orang tua yang sudah tidak bisa mencari nafkah lagi, merupakan sesuatu hal yang sangat istimewa di mata Nabi Muhammad SAW karena berjuang di jalan Allah SWT.
Seperti diriwayatkan oleh Imam Ghozali dalam Kitab Ihya Ulumuddin, Nabi Muhammad SAW suatu ketika duduk-duduk dengan sahabatnya-sahabatnya.
Baca juga:Obati Rasa Rindu Makkah, Yuk Berkunjung ke Masjid-masjid Berikut
Kemudian, tahu-tahu beliau melihat satu pemuda yang masih pagi buta berangkat bekerja. Pemuda tersebut sibuk bekerja tidak ikut mengaji bersama dengan kanjeng nabi.
Semuanya pada komentar. Masih muda, masih semangat harusnya ngaji ikut kanjeng Nabi. Harusnya ikut bergabung, tapi sudah mencari uang ketika sinar matahari belum nampak.