Masjid An Nur Dili, Saksi Bisu Penghormatan Masyarakat Timor Leste ke Umat Islam
Muhajirin
Jum'at, 03 Juni 2022 - 14:24 WIB
Masjid An Nur di Dili Ibukota Timor Leste (foto: twitter/@zqhr)
Di Kota Dili, Timor Leste terdapat jalan yang jadi pusat komunitas muslim yakni jalan Rua de Campo Alor (Jalan Kampung Alor). Di jalan ini terletak Masjid An Nur yang sudah berdiri sejak sebelum pendudukan Indonesia Timor Leste.
Masjid An Nur terdiri dari dua lantai. Lantai bawah sebagai tempat shalat, sementara lantai atas menjadi ruang sekolah. Di bagian tengah Masjid An Nur terdapat ruang terbuka. Bagian ini membuat masjid terlihat sangat nyaman untuk dijadikan tempat ibadah maupun istirahat bagi siapa pun yang singgah.
Tak hanya itu, Masjid An Nur dijadikan oleh masyarakat untuk berlindung dari konflik atau krisis yang berkecamuk pada 1999. Masjid ini juga menjadi tempat perjuangan politik untuk mengusir Portugis.
Baca Juga: Masjid Tertua di Jayapura yang Dulu Pernah Jadi Tempat Karaoke
Masjid An Nur menjadi saksi bisu tingginya penghormatan masyarakat Timor Leste terhadap Islam. Saat Timor Leste dilanda krisis pada 1999, banyak rakyat mengungsi dan mencari perlindungan ke Masjid An Nur. Mereka yang mengungsi tidak hanya berasal dari kalangan muslim, tapi juga non-muslim.
Masjid An Nur terdiri dari dua lantai. Lantai bawah sebagai tempat shalat, sementara lantai atas menjadi ruang sekolah. Di bagian tengah Masjid An Nur terdapat ruang terbuka. Bagian ini membuat masjid terlihat sangat nyaman untuk dijadikan tempat ibadah maupun istirahat bagi siapa pun yang singgah.
Tak hanya itu, Masjid An Nur dijadikan oleh masyarakat untuk berlindung dari konflik atau krisis yang berkecamuk pada 1999. Masjid ini juga menjadi tempat perjuangan politik untuk mengusir Portugis.
Baca Juga: Masjid Tertua di Jayapura yang Dulu Pernah Jadi Tempat Karaoke
Masjid An Nur menjadi saksi bisu tingginya penghormatan masyarakat Timor Leste terhadap Islam. Saat Timor Leste dilanda krisis pada 1999, banyak rakyat mengungsi dan mencari perlindungan ke Masjid An Nur. Mereka yang mengungsi tidak hanya berasal dari kalangan muslim, tapi juga non-muslim.