LANGIT7.ID, Dili - Di Kota Dili, Timor Leste terdapat jalan yang jadi pusat komunitas muslim yakni jalan Rua de Campo Alor (Jalan Kampung Alor). Di jalan ini terletak Masjid An Nur yang sudah berdiri sejak sebelum pendudukan Indonesia Timor Leste.
Masjid An Nur terdiri dari dua lantai. Lantai bawah sebagai tempat shalat, sementara lantai atas menjadi ruang sekolah. Di bagian tengah Masjid An Nur terdapat ruang terbuka. Bagian ini membuat masjid terlihat sangat nyaman untuk dijadikan tempat ibadah maupun istirahat bagi siapa pun yang singgah.
Tak hanya itu, Masjid An Nur dijadikan oleh masyarakat untuk berlindung dari konflik atau krisis yang berkecamuk pada 1999. Masjid ini juga menjadi tempat perjuangan politik untuk mengusir Portugis.
Baca Juga: Masjid Tertua di Jayapura yang Dulu Pernah Jadi Tempat Karaoke
Masjid An Nur menjadi saksi bisu tingginya penghormatan masyarakat Timor Leste terhadap Islam. Saat Timor Leste dilanda krisis pada 1999, banyak rakyat mengungsi dan mencari perlindungan ke Masjid An Nur. Mereka yang mengungsi tidak hanya berasal dari kalangan muslim, tapi juga non-muslim.
Saat itu, kekacauan dan pembunuhan terjadi di mana-mana. Namun, mereka yang berada di dalam Masjid An Nur aman. Di Timor Leste, rumah ibadah memang sangat dihormati. Antusias masyarakat untuk mengunjungi Masjid An Nur salah satunya dapat dilihat dari banyaknya anak-anak.
Anak-anak itu terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur'an yang menyejukan hati serta kebersihan masjid yang membuat umat Islam khusyuk dalam beribadah.
Uniknya khutbah Jum'at di masjid ini menggunakan pengantar bahasa Indonesia. Hal tersebut dituturkan pemilik akun twitter @zqhr saat shalat jum'at di Masjid An Nur.
"Khotbah jumat disampaikan dalam bahasa Indonesia, bukan Tetun," tulis @zqhr, dikutip Jumat (3/6/2022).
Di dekat masjid, terdapat museum. Museum itu terletak bersebelahan dengan universitas terbaik di Timor-Leste, Universitas Nacional de Timor-Leste (UNTL). Bangunannya memiliki arsitektur kolonial Portugis.
Baca Juga: Masjid di Dalam Perut Bumi, Ternyata Ada di Indonesia
Masih di area yang sama, ada gedung pemerintahan Timor-Leste, Palacio do Governo. Di depannya persis ada plaza yang langsung menghadap laut. Sangat cocok buat leha-leha sambil menikmati pemandangan.
"Ga jauh dari restoran, ada Gereja Motael dan Motael Garden yang jadi saksi bisu pembantaian Santa Cruz tahun 1991. Gw pernah liat videonya, dan memang brutal," tulis akun twitter @zqhr.
(jqf)