BNN, Tampilkan Islam Sebagai Rahmatan Lil-Alamin
Muhajirin
Rabu, 30 Juni 2021 - 17:36 WIB
Empat founding fathers utama yaitu Ustadz Hanan Attaki, Ustadz Abdul Somad, Ustadz Felix Siauw dan Ustadz Oemar Mita. (foto: instagram/ @bnn.indonesia)
Barisan Bangun Negeri (BNN) memiliki empat founding fathers utama yaitu Ustadz Hanan Attaki, Ustadz Abdul Somad, Ustadz Felix Siauw dan Ustadz Oemar Mita . Tidak hanya keempat ustadz itu saja, ada juga Ustadz Salim A. Fillah, Ustadz Habib bin Anies, dan Ustadz Luqmanulhakim yang ikut membantu kelancaran program-program BBN.
Komunitas BNN dibentuk untuk menampilkan Islam yang ‘rahmatan lilalamin’. Itu sesuai dengan visi yang mereka emban sekaligus sejalan dengan printah Alquran dan Sunnah. Selain itu, komunitas tersebut mencoba menjadikan Islam sebagai solusi atas berbagai permasalahan yang ada Tanah Air. BNN tidak memandang perbedaan, tapi menonjolkan persamaan untuk saling merangkul dalam persatuan dan ukhuwah islamiyah.
Komunitas yang berpusat di Sawah Baru Ciputat, Tangerang Selatan itu pada awalnya muncul karena pemikiran sederhana yakni merubah narasi menjadi solusi. BNN mencoba memberikan bukti bahwa narasi bekerja untuk diterapkan, bukan hanya omongan belaka.
Melansir bbn.id, komunitas yang berdiri pada 24 September 2019 tersebut memiliki banyak program yang semuanya diperuntukkan demi kemaslahan umat. Salah satu program yang menandai BNN go public adalah program Less Waste. Program tersebut terbentuk berangkat dari salah satu masalah yang tengah dihadapi masyarakat, yakni masalah lingkungan, khususnya sampah. Melalui konsep ‘Masjid Lesswaste’, BNN ingin menjadikan masjid sebagai penggerak dan motor utama dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.
BNN mengedukasi masyarakat untuk menyukseskan program tersebut. Di antaranya mengedukasi jamaah masjid melalui berbagai program yang mendukung pelestarian lingkungan seperti Program Sedekah Sampah, Pelatihan Pemilahan Sampah, Edukasi Pembuatan Biopori Rumah Tangga, dan Tarbiyah lingkungan agar jamaah memiliki kesadaran dan langkah konkrit dalam menanggulangi permasalahan lingkungan.
Melalui akun instagram @bnn.indonesia, BNN menjelaskan, sedekah merupakan amalan yang dicintai Allah SWT. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya ayat Al-Qur’an yang menyebutkan tentang sedekah, salah satunya dalam surat Al-Baqarah ayat 271. Sama halnya dengan sampah. Sampah tidak hanya berakhir di TPA, namun jika dipilah dengan baik, akan dapat diolah (recycle) kembali menjadi barang baru dan bernilai.
Selain itu, BNN juga menjalankan program Health Care. Program tersebut bertujuan membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan bantuan kesehatan. Salah satu contoh realisasi program tersebut, pada Desember 2019 lalu, BNN berkunjung ke rumah salah seorang penderita kanker getah bening yang telah meninggal dunia, Taryanto, di Cirebon, Jawa Barat.
Komunitas BNN dibentuk untuk menampilkan Islam yang ‘rahmatan lilalamin’. Itu sesuai dengan visi yang mereka emban sekaligus sejalan dengan printah Alquran dan Sunnah. Selain itu, komunitas tersebut mencoba menjadikan Islam sebagai solusi atas berbagai permasalahan yang ada Tanah Air. BNN tidak memandang perbedaan, tapi menonjolkan persamaan untuk saling merangkul dalam persatuan dan ukhuwah islamiyah.
Komunitas yang berpusat di Sawah Baru Ciputat, Tangerang Selatan itu pada awalnya muncul karena pemikiran sederhana yakni merubah narasi menjadi solusi. BNN mencoba memberikan bukti bahwa narasi bekerja untuk diterapkan, bukan hanya omongan belaka.
Melansir bbn.id, komunitas yang berdiri pada 24 September 2019 tersebut memiliki banyak program yang semuanya diperuntukkan demi kemaslahan umat. Salah satu program yang menandai BNN go public adalah program Less Waste. Program tersebut terbentuk berangkat dari salah satu masalah yang tengah dihadapi masyarakat, yakni masalah lingkungan, khususnya sampah. Melalui konsep ‘Masjid Lesswaste’, BNN ingin menjadikan masjid sebagai penggerak dan motor utama dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.
BNN mengedukasi masyarakat untuk menyukseskan program tersebut. Di antaranya mengedukasi jamaah masjid melalui berbagai program yang mendukung pelestarian lingkungan seperti Program Sedekah Sampah, Pelatihan Pemilahan Sampah, Edukasi Pembuatan Biopori Rumah Tangga, dan Tarbiyah lingkungan agar jamaah memiliki kesadaran dan langkah konkrit dalam menanggulangi permasalahan lingkungan.
Melalui akun instagram @bnn.indonesia, BNN menjelaskan, sedekah merupakan amalan yang dicintai Allah SWT. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya ayat Al-Qur’an yang menyebutkan tentang sedekah, salah satunya dalam surat Al-Baqarah ayat 271. Sama halnya dengan sampah. Sampah tidak hanya berakhir di TPA, namun jika dipilah dengan baik, akan dapat diolah (recycle) kembali menjadi barang baru dan bernilai.
Selain itu, BNN juga menjalankan program Health Care. Program tersebut bertujuan membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan bantuan kesehatan. Salah satu contoh realisasi program tersebut, pada Desember 2019 lalu, BNN berkunjung ke rumah salah seorang penderita kanker getah bening yang telah meninggal dunia, Taryanto, di Cirebon, Jawa Barat.