Cegah Pelecehan di Angkot, Dishub Bakal Pisahkan Tempat Duduk Pria dan Wanita
Ummu hani
Senin, 11 Juli 2022 - 20:35 WIB
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengumumkan akan menerapkan pemisahan tempat duduk penumpang pria dan wanita di dalam angkot untuk mencegah kasus pelecehan seksual. Penumpang wanita akan duduk di barisan tempat duduk sebelah kiri dan penumpang pria di sebelah kanan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo. Tak hanya memisahkan tempat duduk pria dan wanita, seluruh armada angkot juga tidak boleh menggunakan kaca film agar lebih transparan.
Baca Juga:Soal Pelecehan di Kereta, Ini Teguran Erick Thohir untuk KAI
"Kami akan melakukan pengaturan pemisahan tempat duduk bagi penumpang di angkot. Namun untun waktu pemberlakukan nanti akan segera dilakukan," kata Syafrin dalam keterangan resminya, Senin (11/7/2022).
Syafrin menuturkan, pemberlakukan ini diharapkan mencegah kasus dugaan pelecehan seksual yang kerap terjadi di transportasi umum. Selain itu, angkutan umum yang telah terintegrasi dalam program Jaklingko melalui PT TransJakarta seluruhnya telah terpasang kamera pengawas atau CCTV.
"Agar kejadian pelecehan seksual di angkot tidak terjadi lagi, ke depan kami akan melakukan pengaturan pemisahan tempat duduk bagi penumpang angkot," ucap Syafrin. (Sumber: Antaranews)
Baca Juga:
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo. Tak hanya memisahkan tempat duduk pria dan wanita, seluruh armada angkot juga tidak boleh menggunakan kaca film agar lebih transparan.
Baca Juga:Soal Pelecehan di Kereta, Ini Teguran Erick Thohir untuk KAI
"Kami akan melakukan pengaturan pemisahan tempat duduk bagi penumpang di angkot. Namun untun waktu pemberlakukan nanti akan segera dilakukan," kata Syafrin dalam keterangan resminya, Senin (11/7/2022).
Syafrin menuturkan, pemberlakukan ini diharapkan mencegah kasus dugaan pelecehan seksual yang kerap terjadi di transportasi umum. Selain itu, angkutan umum yang telah terintegrasi dalam program Jaklingko melalui PT TransJakarta seluruhnya telah terpasang kamera pengawas atau CCTV.
"Agar kejadian pelecehan seksual di angkot tidak terjadi lagi, ke depan kami akan melakukan pengaturan pemisahan tempat duduk bagi penumpang angkot," ucap Syafrin. (Sumber: Antaranews)
Baca Juga: