Perusahaan Oksigen Ini Ubah Orientasi dari Bisnis untuk Kemanusiaan di Perbatasan
Muhajirin
Sabtu, 07 Agustus 2021 - 23:10 WIB
Ilustrasi tabung oksigen. Foto: Langit7.id/ iStock
PT Tarakan Estetika Plaza di Juata Laut adalah satu-satunya perusahaan oksigen yang menyuplai kebutuhan medis akibat lonjakan kasus Covid-19 di Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara).
Di tengah kebutuhan oksigen yang tinggi, PT Tarakan Estetika mengubah peruntukan suplai oksigen untuk kepentingan medis. Sebelum pandemi, kebutuhan oksigen mayoritas untuk konsumsi industri dan perikanan tambak.
"Kami mengapresiasi perusahaan yang mau menyesuaikan orientasi bisnisnya untuk kemanusiaan. Karena memang kebutuhan oksigen di Tarakan dan Nunukan melonjak karena penularan cepat varian Delta ini,” ujar Agung Rulianto, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) yang mendatangi pabrik milik Yulius Kwan tersebut di Tarakan, Sabtu (7/8/2021).
Ketika tim KSP mendatangi pabrik itu, Yulius Kwan terlihat berbincang serius dengan pegawai RS Bhayangkara yang sedang menunggu pengisian tabung. Selain RS Bhayangkara Tarakan, sejumlah rumah sakit lain turut antre di pabrik pengisian oksigen terbesar di Tarakan ini.
"Memang di Tarakan hanya ada satu pabrik yang berukuran agak besar di Juata Laut. Itupun belum mencukupi kebutuhan kami,” ujar dr Franky Sientoro Sp.A, Plt Dirut RSUD Tarakan, dalam siaran pers yang diterima LANGIT7.ID.
Selain RSUD Tarakan, rumah sakit yang turut antre oksigen di pabrik itu adalah RSU Kota Tarakan, RS Pertamedika, RS Bhayangkara dan RS Angkatan Laut. Bahkan RSUD Nunukan di seberang pulau pun turut mengambil nomor antrean. “Kami mendapatkan antrean kelima,” ujar dr. Dulman L, SpOG, Dirut RSUD Nunukan.
Di lokasi, terlihat dua mobil single cabin dan sebuah ambulans menunggu tabung oksigen yang dibawa terisi penuh. Pabrik pengisian oksigen itu bisa ditempuh 40 menit perjalanan darat dari pusat kota.
Di tengah kebutuhan oksigen yang tinggi, PT Tarakan Estetika mengubah peruntukan suplai oksigen untuk kepentingan medis. Sebelum pandemi, kebutuhan oksigen mayoritas untuk konsumsi industri dan perikanan tambak.
"Kami mengapresiasi perusahaan yang mau menyesuaikan orientasi bisnisnya untuk kemanusiaan. Karena memang kebutuhan oksigen di Tarakan dan Nunukan melonjak karena penularan cepat varian Delta ini,” ujar Agung Rulianto, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) yang mendatangi pabrik milik Yulius Kwan tersebut di Tarakan, Sabtu (7/8/2021).
Ketika tim KSP mendatangi pabrik itu, Yulius Kwan terlihat berbincang serius dengan pegawai RS Bhayangkara yang sedang menunggu pengisian tabung. Selain RS Bhayangkara Tarakan, sejumlah rumah sakit lain turut antre di pabrik pengisian oksigen terbesar di Tarakan ini.
"Memang di Tarakan hanya ada satu pabrik yang berukuran agak besar di Juata Laut. Itupun belum mencukupi kebutuhan kami,” ujar dr Franky Sientoro Sp.A, Plt Dirut RSUD Tarakan, dalam siaran pers yang diterima LANGIT7.ID.
Selain RSUD Tarakan, rumah sakit yang turut antre oksigen di pabrik itu adalah RSU Kota Tarakan, RS Pertamedika, RS Bhayangkara dan RS Angkatan Laut. Bahkan RSUD Nunukan di seberang pulau pun turut mengambil nomor antrean. “Kami mendapatkan antrean kelima,” ujar dr. Dulman L, SpOG, Dirut RSUD Nunukan.
Di lokasi, terlihat dua mobil single cabin dan sebuah ambulans menunggu tabung oksigen yang dibawa terisi penuh. Pabrik pengisian oksigen itu bisa ditempuh 40 menit perjalanan darat dari pusat kota.