Vaksinasi Pada Ikan Sudah Dilakukan 50 Tahun Lalu
Mahmuda attar hussein
Ahad, 08 Agustus 2021 - 12:30 WIB
Ilustrasi pemberian vaksin menjadi salah satu program yang penting dalam mencapai akuakultur. Foto: Langit7/istock
Akuakultur merupakan sektor produksi pangan dengan pertumbuhan tahunan paling cepat. Meskipun demikian masalah wabah penyakit kerap menghantui produktivitasnya. Beragam cara ditempuh untuk menekan kerugian akibat wabah penyakit. Di antaranya dengan penggunaan obat-obatan kimia seperti antibiotik, imunostimulan, aplikasi probiotik serta vaksinasi ikan.
Akan tetapi menurut Amalia Putri Firdausi, Dosen Sekolah Vokasi IPB University dari Program Studi Teknologi Produksi dan Manajemen Perikanan Budidaya, isu keamanan pangan terkait dengan penggunaan antibiotik telah menjadi kampanye negatif terhadap akuakultur.
"Antibiotik terbukti menimbulkan resistensi pada patogen dan dalam jangka waktu panjang dapat membahayakan konsumen," ujarnya lewat keterangan tertulis.
Pemberian vaksin menjadi salah satu program yang penting dalam mencapai akuakultur yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Akuakultur telah mengenal vaksinasi ikan sejak 50 tahun yang lalu. Saat ini sudah banyak laporan serta hasil menggembirakan dari program vaksinasi di akuakultur.
Vaksin sendiri merupakan sediaan biologis berupa fragmen atau sel utuh suatu patogen yang diperkenalkan kepada sistem imunitas. Patogen ini biasanya dimatikan atau dilemahkan sebelum diberikan kepada hewan budidaya.
Menurut Amalia, vaksinasi bukan saja pilihan untuk menekan angka kematian ikan, namun juga untuk menekan kerusakan fisik pada populasi ikan yang terserang penyakit (yang dapat menurunkan nilai jual). Vaksinasi juga mencegah terjadinya resistensi patogen terhadap pennggunaan antibiotik.
Ia menjelaskan bahwa ikan yang divaksin akan mengalami peningkatan kinerja sistem imunitas humoral dan selular.
Akan tetapi menurut Amalia Putri Firdausi, Dosen Sekolah Vokasi IPB University dari Program Studi Teknologi Produksi dan Manajemen Perikanan Budidaya, isu keamanan pangan terkait dengan penggunaan antibiotik telah menjadi kampanye negatif terhadap akuakultur.
"Antibiotik terbukti menimbulkan resistensi pada patogen dan dalam jangka waktu panjang dapat membahayakan konsumen," ujarnya lewat keterangan tertulis.
Pemberian vaksin menjadi salah satu program yang penting dalam mencapai akuakultur yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Akuakultur telah mengenal vaksinasi ikan sejak 50 tahun yang lalu. Saat ini sudah banyak laporan serta hasil menggembirakan dari program vaksinasi di akuakultur.
Vaksin sendiri merupakan sediaan biologis berupa fragmen atau sel utuh suatu patogen yang diperkenalkan kepada sistem imunitas. Patogen ini biasanya dimatikan atau dilemahkan sebelum diberikan kepada hewan budidaya.
Menurut Amalia, vaksinasi bukan saja pilihan untuk menekan angka kematian ikan, namun juga untuk menekan kerusakan fisik pada populasi ikan yang terserang penyakit (yang dapat menurunkan nilai jual). Vaksinasi juga mencegah terjadinya resistensi patogen terhadap pennggunaan antibiotik.
Ia menjelaskan bahwa ikan yang divaksin akan mengalami peningkatan kinerja sistem imunitas humoral dan selular.