LANGIT7.ID-Jakarta; Imam Besar Australia, Yang Mulia Imam Shadi Alsuleiman, mengagumi Indonesia karena dinilai mampu menjadi role model dalam membangun hubungan harmonis antaragama. Pujian itu disampaikan saat ia berkunjung ke rumah dinas Ketua MPR Ahmad Muzani di kawasan Widya Candra, Jakarta, Kamis malam (16/7/2026).
Kedatangan Imam Shadi disambut hangat oleh Muzani, yang menganggapnya sebagai sahabat dekat yang lama tak bertemu. "Pertemuan ini menjadi momentum untuk mengobati kerinduan," ujar Muzani, yang langsung mendapat ucapan terima kasih dari Imam Shadi.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua MPR menyoroti eratnya hubungan antara Indonesia dan Australia. Namun, di luar dinamika bilateral, momen yang paling mengesankan dalam pertemuan itu adalah ketika Muzani menceritakan kisah sejarah tentang peran Presiden pertama RI, Soekarno, dalam menemukan makam Imam Bukhari di wilayah Uni Soviet kala itu.
Muzani menuturkan bahwa kisah bermula ketika Soekarno diundang oleh Nikita Khrushchev, pemimpin Uni Soviet saat itu. "Bung Karno mengatakan, 'Saya akan datang, tapi dengan satu syarat. Carikan makam Imam Bukhari di sekitar daerah Bukhara'," kenang Muzani menirukan ucapan Soekarno.
Menurut cerita yang disampaikan Muzani, Uni Soviet berhari-hari melakukan pencarian hingga akhirnya memastikan lokasi makam Imam Bukhari. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1956, ketika Uni Soviet tengah berada di puncak kejayaannya pasca-kemenangan dalam Perang Dunia Kedua.
"Ketika itu, makamnya penuh semak belukar dan bahkan dijadikan gudang kayu," ungkap Muzani. "Setelah ditemukan, pihak Uni Soviet memberitahu Jakarta bahwa makamnya sudah ditemukan dan Bung Karno dipersilakan datang ke sana."
Sejak saat itu, makam Imam Bukhari tak pernah sepi dari peziarah hingga kini. "Imam Bukhari adalah guru kita semua yang menemukan kebenaran. Tanpa beliau, kita tidak mengerti mana hadis yang benar dan mana yang tidak," tegas Muzani.
Apresiasi untuk Indonesia dan Imam BukhariMuzani menyampaikan bahwa ziarah ke makam Imam Bukhari hanyalah bentuk terima kasih yang sederhana dibandingkan dengan pengorbanan besar beliau dalam menghimpun hadis-hadis sahih. "Kalau hanya untuk berziarah menyampaikan terima kasih dan mendoakan beliau, rasanya tidak setara dengan pengorbanan beliau," ujarnya.
Menurut Muzani, penemuan makam ini adalah persembahan untuk Imam Bukhari sekaligus bentuk rasa terima kasih dari seluruh masyarakat dunia kepada Indonesia, yang menjadi sebab terbukanya kembali makam sang imam besar.
"Imam Bukhari kini menjadi berkah bagi Samarkand dan Bukhara. Bangunan baru di makamnya sangat bagus sekali, mewah, dan membanggakan sebagai bentuk terima kasih kita kepada beliau," tuturnya.
Baca juga: Imam Besar Australia Temui Ketua MPR, Bahas Penguatan Hubungan Indonesia-Australia hingga Peran Persaudaraan IslamMuzani juga mengaku sangat tersentuh ketika membaca tentang sejarah Samarkand dan wilayah-wilayah di sekitarnya. "Saya sangat tersentuh sekali ketika membaca tentang Samarkand, kemudian wilayah-wilayah di sana dan sejarahnya," pungkasnya.
Pertemuan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kerukunan antaragama dan menghargai jasa para ulama besar yang telah berjasa bagi umat Islam di seluruh dunia.(*)
(lam)