Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 18 Mei 2026
home wirausaha syariah detail berita

Kolom Ekonomi Syariah: Kedua Belah Fihak Jangan Hancurkan Iran

tim langit 7 Senin, 09 Maret 2026 - 06:30 WIB
Kolom Ekonomi Syariah: Kedua Belah Fihak Jangan Hancurkan Iran
Oleh: Prof Dr Bambang Setiaji

LANGIT7.ID-Kedua belah pihak baik penyerang, USA dan Israel serta pihak pemimpin Iran yang masih ada jangan hancurkan Iran. Bagaimana mungkin pemimpin menghancurkan Iran? Yaitu karena faktor emosional tidak mau meminta juru damai dan kembali ke meja perundingan. Tawaran Presiden Prabowo hari ini adalah momentumnya, karena Presiden Prabowo berteman baik dengan Trumpt.

Iran adalah model demokrasi masa depan. Iran menggabungkan sistem meritokrasi berbasis seleksi dan rekam jejak, dan demokrasi pemilihan langsung. Bahwa orang orang yang disodorkan kepada rakyat adalah orang orang yang sudah diseleksi. Kepemimpinan tertinggi Iran adalah para ilmuwan yang akan memberi arah para politisi di bawahnya untuk mengambil kebijakan negara berdasarkan kajian ilmiah baik keagamaan maupun keduniaan karena asas kemanfaatan merupakan salah satu rukun di dalam fikih.

Sistem di atas adalah yang paling maju di kawasan. Demokrasi liberal di negara yang belum matang, di Asia dan Afrika, sering melahirkan pemimpin yang salah, tidak kompeten, hanya karena populer, dan money politik. Sebaliknya sistem monarki mutlak mengurangi hak hak rakyat yang tentu saja kalah bertanding sebelum berlaga.

Baca juga: Kolom Ekonomi Syariah: Bagaimana Iran Membiayai Perang?

Eksperimen politik Iran sangat mahal dan sangat berharga, bukan saja bagi negara timur tengah dan timur jauh, tetapi juga Barat sendiri yang demokrasinya melahirkan permasalahan semacam lukisan absurd. Demokrasi yang ada sekarang memberikan leher kepada oligarki syarat kepentingan ekonomi di seluruh dunia. Kepemimpinan abadi ada pada kerajaan kerajaan bisnis, dan pada kepemimpinan politik dibatasi pada waktu tertentu. Siapapun yang memimpin harus taat kepada kerajaan bisnis.

Kerajaan bisnis mengendalikan setidaknya tiga hal pokok. Pertama, merupakan donatur pelaksanaan negara melalui pajak, dan kedua melalui mekanisme hutang negara untuk menyerap kelebihan uang Idle money di tangan kerajaan bisnis. Yang kedua ini menimbulkan masalah makin lama makin mendalam di berbagai negara. Menutup hutang dengan hutang makin dalam, memperdalam sistem pengabdian kepada kerjaan bisnis sebagai pemimpin abadi bagi generasi yang akan datang. Yang ketiga kerjaan bisnis sangat berperan dalam investasi membuka lapangan kerja. Praktis pemerintahan demokrasi di seluruh dunia tidak bisa apa apa. Mereka bukan sesungguhnya pemegang mandat rakyat.

Baca juga: Kolom Ekonomi Syariah: Rakyat Merindukan Kejutan Teknologi

Baca juga: Kolom Ekonomi Syariah: Membentuk Ekonomi Egaliter: Belum Dibagi Sudah Merata

Dengan model tripartit Iran, maka bertambah satu pengendali yaitu, pemerintah demokratis, para penjaga ilmu atau ulama, dan ketiga kerajaan kerajaan bisnis. Kekuasaan makin terdesentralisasi. Memang indeks anti korupsi di Iran misalnya masih rendah, ini hanyalah masalah teknis, tipikal negara sedang berkembang, banyak perubahan yang menyebabkan berbagai kesempatan. Hal ini adalah masalah jangka pendek yang lebih teknis daripada masalah mendasar di seluruh dunia dewasa ini di mana cahaya agama dipotong habis.

Dengan dialog dan perdamaian yang kita harapkan menjadi salah satu kontribusi Presiden Prabowo eksperimen Iran dalam politik dan ekonomi bisa terselamatkan. Eksperimen politik Iran tidak diikuti oleh eksperimen ekonomi karena sepanjang usia eksperimen politiknya mendapat embargo ekonomi. Dengan perdamaian tersebut Barat diharapkan justru membantu Iran dalam bidang ekonomi. (Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 18 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)