Berkat Menolong Anak Burung, Tangan Lumpuh Berangsur Membaik
Fajar adhitya
Senin, 09 Agustus 2021 - 15:15 WIB
Ilustrasi. Anak-anak burung di sangkarnya. (Foto: Shutterstock).
Orang-orang yang ada rasa Rahim akan dirahmati oleh Tuhan yang maha Rahman, yang memberikan berkah dan Mahatinggi. Sayangilah orang-orang yang di bumi supaya kamu disayangi pula oleh yang di langit. (Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan Al Hakim dari Abdullah bin Umar).
Kisah berikut ini menggambarkan betapa rahman dan rahimnya Allah kepada hamba-hambanya yang hatinya dipenuhi kasih sayang. Tidak hanya kepada sesama manusia, kepada makhluk lain pun Allah akan memberi ganjaran yang maksimal.
Syahdan, dari Ibrahim bin Adham, seorang sufi yang hidup pada Abad ke-7, suatu hari ia pernah mendengar ada seorang penduduk Bani Israil yang lumpuh tangannya. Ia menjadi cacat sebab menyembelih anak sapi di depan mata induknya.
Selepas menyembelih, ia pun duduk-duduk di bawah pohon yang dindang. Sedang asyik-asyinya beristirahat, tiba-tiba saja ia dikejutkan dengan seekor anak burung yang jatuh dari sarangnya.
Anak burung itu terus mencicit mencari induknya, begitu pula induknya yang kehilangan anak. Orang itu merasa kasihan atas kondisi anak burung itu.
Dengan penuh hati-hati ia pun menggendong anak burung itu sambil mencari letak sarangnya. Ia panjat pelan-pelan agar anak burung itu tak jatuh lalu meletakkannya ke rumah yang semestinya.
Berkat kasih sayangnya kepada burung itu, Allah pun mengasihinya. Setelah itu, tangannya yang lumpuh berangsur-angsur pulih.
Kisah berikut ini menggambarkan betapa rahman dan rahimnya Allah kepada hamba-hambanya yang hatinya dipenuhi kasih sayang. Tidak hanya kepada sesama manusia, kepada makhluk lain pun Allah akan memberi ganjaran yang maksimal.
Syahdan, dari Ibrahim bin Adham, seorang sufi yang hidup pada Abad ke-7, suatu hari ia pernah mendengar ada seorang penduduk Bani Israil yang lumpuh tangannya. Ia menjadi cacat sebab menyembelih anak sapi di depan mata induknya.
Selepas menyembelih, ia pun duduk-duduk di bawah pohon yang dindang. Sedang asyik-asyinya beristirahat, tiba-tiba saja ia dikejutkan dengan seekor anak burung yang jatuh dari sarangnya.
Anak burung itu terus mencicit mencari induknya, begitu pula induknya yang kehilangan anak. Orang itu merasa kasihan atas kondisi anak burung itu.
Dengan penuh hati-hati ia pun menggendong anak burung itu sambil mencari letak sarangnya. Ia panjat pelan-pelan agar anak burung itu tak jatuh lalu meletakkannya ke rumah yang semestinya.
Berkat kasih sayangnya kepada burung itu, Allah pun mengasihinya. Setelah itu, tangannya yang lumpuh berangsur-angsur pulih.