Komunitas Proud To Be Moslem Tularkan Anak Muda Bangga pada Islam
Muhajirin
Kamis, 01 Juli 2021 - 16:07 WIB
Komunitas Proud To Be Moslem. (foto: instagram/ @proudtobemoslemid)
Komunitas Proud To Be Moslem (PTBM) bermula dari nama acara yang diselenggarakan oleh sekelompok pemuda-pemudi muslim. Mereka membuat event perdana dengan tajuk Proud To Be Moslem di Mall Bassura 2017. Agenda itu dibuat untuk menghimpun segenap potensi yg dimiliki umat Islam, mulai dari pemuda hingga UKM.
Acara tersebut berlangsung pada hari pertama dan kedua bulan Ramadan tahun 2017. Ramadan Star diisi oleh berbagai jenis kegiatan seperti lomba fashion show anak-anak dan remaja (khusus muslimah), santunan anak yatim, jumpa komunitas, dan talkshow.
Setelah acara sukses, banyak peserta yang menanyakan identitas panitia acara. Dari situ, semua penyelanggara berembuk dan menghasilkan ide untuk mendirikan komunitas. Komunitas itu diisi oleh pemuda yang bangga dengan agama Islam.
Mereka ingin menularkan rasa bangga itu kepada khalayak luas. Tidak muluk-muluk, mereka mengajak semua anggota komunitas mengamalkan ajaran Islam mulai dari yang mudah seperti selalu bersyukur, berbuat baik, atau membiasakan diri membaca Alquran serta mengamalkan isinya.
Selain itu, komunitas tersebut membawa tiga misi besar. Pertama, menjadi sarana syiar bagi komunitas keislaman dalam upaya mempresentasikan nilai-nilai islam yang Rahmatan Lil-Alamin. Kedua, menjadi wadah bagi pemuda-pemudi untuk dapat menyalurkan kreatifitas nya tanpa meninggalkan identitas keislaman. Ketiga, menjadi perekat ukhuwah Islamiyah diantara para komunitas keislaman dan pemuda-pemudi islam lainnya.
Mereka juga fokus merangkul orang-orang yang baru hijrah dan merasa masih kurang pengetahuan tentang Islam.
Pada 2018, PTBM memiliki agenda rutin yakni PTBM mengaji. Program itu diselenggarakan di Masjid Baiturrahman Saharjo, Jakarta Selatan setiap Jumat selepas salat Isya. Mereka tidak membatasi peserta dari segi usia maupun jumlah. Di majelis tersebut, pembina PTBM mengajarkan membaca Alquran, mulai dari ilmu tajwid.
Acara tersebut berlangsung pada hari pertama dan kedua bulan Ramadan tahun 2017. Ramadan Star diisi oleh berbagai jenis kegiatan seperti lomba fashion show anak-anak dan remaja (khusus muslimah), santunan anak yatim, jumpa komunitas, dan talkshow.
Setelah acara sukses, banyak peserta yang menanyakan identitas panitia acara. Dari situ, semua penyelanggara berembuk dan menghasilkan ide untuk mendirikan komunitas. Komunitas itu diisi oleh pemuda yang bangga dengan agama Islam.
Mereka ingin menularkan rasa bangga itu kepada khalayak luas. Tidak muluk-muluk, mereka mengajak semua anggota komunitas mengamalkan ajaran Islam mulai dari yang mudah seperti selalu bersyukur, berbuat baik, atau membiasakan diri membaca Alquran serta mengamalkan isinya.
Selain itu, komunitas tersebut membawa tiga misi besar. Pertama, menjadi sarana syiar bagi komunitas keislaman dalam upaya mempresentasikan nilai-nilai islam yang Rahmatan Lil-Alamin. Kedua, menjadi wadah bagi pemuda-pemudi untuk dapat menyalurkan kreatifitas nya tanpa meninggalkan identitas keislaman. Ketiga, menjadi perekat ukhuwah Islamiyah diantara para komunitas keislaman dan pemuda-pemudi islam lainnya.
Mereka juga fokus merangkul orang-orang yang baru hijrah dan merasa masih kurang pengetahuan tentang Islam.
Pada 2018, PTBM memiliki agenda rutin yakni PTBM mengaji. Program itu diselenggarakan di Masjid Baiturrahman Saharjo, Jakarta Selatan setiap Jumat selepas salat Isya. Mereka tidak membatasi peserta dari segi usia maupun jumlah. Di majelis tersebut, pembina PTBM mengajarkan membaca Alquran, mulai dari ilmu tajwid.