Sampah Antariksa Bekas Roket China Terlihat Melintasi Sumatera
Mahmuda attar hussein
Senin, 01 Agustus 2022 - 09:40 WIB
Sampah antariksa bekas roket China jatuh di dekat Serawak Kalimantan. (Foto: Antaranews).
Sampah antariksa bekas Roket China terlihat melintasi Sumatera bagian selatan. Barang tersebut jatuh di perairan Samudera Hindia dekat kawasan Serawak, Kalimantan.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut, roket bekas peluncuran modul stasiun antariksa China yang berbobot sekitar 20 ton dan berukuran 30 meter itu dinilai tidak berbahaya bagi biota laut.
"Terpantau di Indonesia yakni Sumatera bagian selatan dan Kalimantan Barat," kata Peneliti Senior BRIN Thomas Djamaludin, Minggu (31/7/2022).
Data orbit dari pemantauanspace-track.orgmenunjukkan titik jatuh di barat daya Indonesia. Namun bisa jadi ada pecahannya yang mungkin tersebar sepanjang lintasan terakhir.
Baca Juga: Roket China Jatuh Dekat Kalimantan, Ini Penjelasan BRIN
Jika ada penduduk yang melihat objek langit yang jatuh sekitar pukul 23.45 WIB, dapat segera melaporkan ke Pusat Riset Antariksa BRIN melalui surat elektronik prantariksa@brin.go.id.
Sementara Kepala Pusat Riset Antariksa BRIN Emanuel Sungging Mumpuni mengatakan, benda tersebut jatuh di sekitar wilayah selatan Filipina, dan akan berada pada ketinggian 10 kilometer di atas Sarawak, Malaysia.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut, roket bekas peluncuran modul stasiun antariksa China yang berbobot sekitar 20 ton dan berukuran 30 meter itu dinilai tidak berbahaya bagi biota laut.
"Terpantau di Indonesia yakni Sumatera bagian selatan dan Kalimantan Barat," kata Peneliti Senior BRIN Thomas Djamaludin, Minggu (31/7/2022).
Data orbit dari pemantauanspace-track.orgmenunjukkan titik jatuh di barat daya Indonesia. Namun bisa jadi ada pecahannya yang mungkin tersebar sepanjang lintasan terakhir.
Baca Juga: Roket China Jatuh Dekat Kalimantan, Ini Penjelasan BRIN
Jika ada penduduk yang melihat objek langit yang jatuh sekitar pukul 23.45 WIB, dapat segera melaporkan ke Pusat Riset Antariksa BRIN melalui surat elektronik prantariksa@brin.go.id.
Sementara Kepala Pusat Riset Antariksa BRIN Emanuel Sungging Mumpuni mengatakan, benda tersebut jatuh di sekitar wilayah selatan Filipina, dan akan berada pada ketinggian 10 kilometer di atas Sarawak, Malaysia.