Senator Australia Sebut Ratu Elizabeth II Penjajah
Garry Talentedo Kesawa
Rabu, 03 Agustus 2022 - 13:10 WIB
Ratu Inggris Elizabeth II. (Foto: Twitter/@RoyalCentral)
Senator Australia, Lidia Thorpe menyebut Ratu Inggris Elizabeth II sebagai penjajah. Insiden tersebut terjadi saat upacara pengambilan sumpah di parlemen negara, di ibu kota Canberra.
Melansir dari kantor berita lokal, Rabu (3/8/2022), Lidia Thorpe merupakan seorang senator pribumi Australia. Thorpe yang berasal dari Partai Hijau Australia, menyampaikan pernyataannya kala bertemu Ratu Elizabeth II di parlemen negara.
Baca Juga:Rusia Minta Pemerintah Kosovo Hormati Hak-Hak Orang Serbia
"Saya, Lidia Thorpe yang berdaulat, dengan sungguh-sungguh dan tulus menegaskan dan menyatakan bahwa saya akan setia, dan saya setia kepada penjajah Yang Mulia Ratu Elizabeth," kata Thorpe.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Senat Sue Lines langsung memotong ucapan Thorpe. Sue Lines juga meminta Thorpe untuk mengucapkan sumpahnya lagi seperti yang seharusnya.
Sebagai informasi, Australia merupakan negara berdaulat dan merdeka sejak 1901. Australia mengakui Raja Inggris sebagai kepala negara dan tetap menjadi bagian dari Persemakmuran Inggris. (Sumber: Anadolu Agency)
Baca Juga:
Melansir dari kantor berita lokal, Rabu (3/8/2022), Lidia Thorpe merupakan seorang senator pribumi Australia. Thorpe yang berasal dari Partai Hijau Australia, menyampaikan pernyataannya kala bertemu Ratu Elizabeth II di parlemen negara.
Baca Juga:Rusia Minta Pemerintah Kosovo Hormati Hak-Hak Orang Serbia
"Saya, Lidia Thorpe yang berdaulat, dengan sungguh-sungguh dan tulus menegaskan dan menyatakan bahwa saya akan setia, dan saya setia kepada penjajah Yang Mulia Ratu Elizabeth," kata Thorpe.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Senat Sue Lines langsung memotong ucapan Thorpe. Sue Lines juga meminta Thorpe untuk mengucapkan sumpahnya lagi seperti yang seharusnya.
Sebagai informasi, Australia merupakan negara berdaulat dan merdeka sejak 1901. Australia mengakui Raja Inggris sebagai kepala negara dan tetap menjadi bagian dari Persemakmuran Inggris. (Sumber: Anadolu Agency)
Baca Juga: