Presiden Jokowi: Lawan Pandemi dengan Hijrah ke Pola Hidup Sehat
Muhajirin
Selasa, 10 Agustus 2021 - 13:22 WIB
Presiden Joko Widodo saat menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru 1443 Hijriah (foto: Biro Setpres)
Presiden Joko Widodo menilai kepatuhan mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan tidak berkerumun mencerminkan semangat hijrah dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, tahun baru hijriyah 1443 merupakan momentum untuk hijrah ke pola hidup sehat untuk melawan pandemi Covid-19.
"Semua itu untuk menghindari terinfeksi virus Covid-19 demi keselamatan dan kesehatan bersama serta membangun pola hidup yang lebih sehat dan meninggalkan kebiasaan yang merugikan kesehatan," kata Jokowi saat memperingati Tahun Baru Hijriah 1443 secara virtual, dikutip dari akun youtube Sekretariat Presiden, Selasa (10/8/2021).
Menurut Jokowi, pandemi Covid-19 membuat masyarakat harus melakukan penyesuaian dalam berbagai kegiatan, termasuk kegiatan keagamaan. Penyesuaian itu adalah bentuk ikhtiar untuk perubahan yang lebih dan contoh hijrah yang dinamakan oleh Nabi Muhammad SAW.
"Itu adalah ikhtiar kebaikan, itu salah satu contoh dari hijrah yang diamanahkan oleh Nabi Muhammad SAW. Kesadaran untuk menjadi lebih baik, kesadaran untuk rela berkorban demi hal-hal yang lebih besar, kesadaran untuk membangun budaya hidup baru yang lebih bermanfaat dan produktif," ujar Jokowi.
Selain itu, Jokowi mengatakan, tahun baru Islam yang bertepatan dengan bulan kemerdekaan Republik Indonesia merupakan momen tepat melawan pandemi. Ikhtiar melawan pandemi harus dilipatgandakan, baik ikhtiar lahiriah maupun batiniah.
"Proklamasi 17 Agustus 76 tahun yang lalu merupakan wujud hijrah kita melepaskan diri dari kolonialisme untuk menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat. Momentum ini harus kita manfaatkan untuk melipatgandakan ikhtiar lahiriah dan batiniah dalam melawan pandemi," kata Jokowi.
Menurutnya, tahun baru hijriyah 1443 merupakan momentum untuk hijrah ke pola hidup sehat untuk melawan pandemi Covid-19.
"Semua itu untuk menghindari terinfeksi virus Covid-19 demi keselamatan dan kesehatan bersama serta membangun pola hidup yang lebih sehat dan meninggalkan kebiasaan yang merugikan kesehatan," kata Jokowi saat memperingati Tahun Baru Hijriah 1443 secara virtual, dikutip dari akun youtube Sekretariat Presiden, Selasa (10/8/2021).
Menurut Jokowi, pandemi Covid-19 membuat masyarakat harus melakukan penyesuaian dalam berbagai kegiatan, termasuk kegiatan keagamaan. Penyesuaian itu adalah bentuk ikhtiar untuk perubahan yang lebih dan contoh hijrah yang dinamakan oleh Nabi Muhammad SAW.
"Itu adalah ikhtiar kebaikan, itu salah satu contoh dari hijrah yang diamanahkan oleh Nabi Muhammad SAW. Kesadaran untuk menjadi lebih baik, kesadaran untuk rela berkorban demi hal-hal yang lebih besar, kesadaran untuk membangun budaya hidup baru yang lebih bermanfaat dan produktif," ujar Jokowi.
Selain itu, Jokowi mengatakan, tahun baru Islam yang bertepatan dengan bulan kemerdekaan Republik Indonesia merupakan momen tepat melawan pandemi. Ikhtiar melawan pandemi harus dilipatgandakan, baik ikhtiar lahiriah maupun batiniah.
"Proklamasi 17 Agustus 76 tahun yang lalu merupakan wujud hijrah kita melepaskan diri dari kolonialisme untuk menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat. Momentum ini harus kita manfaatkan untuk melipatgandakan ikhtiar lahiriah dan batiniah dalam melawan pandemi," kata Jokowi.
(jqf)