Hukum Bacaan Al Fatihah Imam Terdengar saat Dzuhur dan Ashar
Mahmuda attar hussein
Kamis, 11 Agustus 2022 - 13:15 WIB
Ilustrasi shalat berjamaah di masjid. (Foto: iStock)
Bacaan Al Fatihah imam saat shalat Dzuhur dan Ashar dianjurkan sir atau tidak keras. Lalu bagaimana hukumnya bisa bacaan shalat tersebut terdengar makmum?
Dalam riwayat Muslim dari Abu Qatadah disebutkan Nabi dalam melakukan sholat Dzuhur dan Ashar pada dua rakaat pertama membaca Al Fatihah dan dua surat dan kadang-kadang memperdengarkan kepada mereka bacaan ayat.
"Dari Abu Qatadah dari ayahnya, menceitakan bahwa Nabi saw pada salat Dzuhur dan Ashar, pada dua rakaat yang pertama membaca Fatihah dan sebuah surat dan kadang-kadang memperdengarkan kepada kami ayat-ayat, kemudian pada dua rakaat yang akhir membaca Fatihah." (HR Muslim).
Baca Juga: Keistimewaan Al Fatihah sebagai Surah Pembuka di Dalam Al Quran
Maksud dari 'kadang-kadang memperdengarkan kepada kami ayat-ayat' artinya kebolehan membaca jahr pada salat yang biasa sir.
Tetapi juga bacaan Nabi agak keras itu hanya ekspresi saja karena dalamnya pemikiran makna ayat, bukan karena jahr Fatihah dan surat.
Sebab yang didengar oleh para sahabat hanya beberapa ayat dan itu pun kadang-kadang. Pokoknya salat Dzuhur dan Ashar itu dilakukan dengan sir.
Dalam riwayat Muslim dari Abu Qatadah disebutkan Nabi dalam melakukan sholat Dzuhur dan Ashar pada dua rakaat pertama membaca Al Fatihah dan dua surat dan kadang-kadang memperdengarkan kepada mereka bacaan ayat.
"Dari Abu Qatadah dari ayahnya, menceitakan bahwa Nabi saw pada salat Dzuhur dan Ashar, pada dua rakaat yang pertama membaca Fatihah dan sebuah surat dan kadang-kadang memperdengarkan kepada kami ayat-ayat, kemudian pada dua rakaat yang akhir membaca Fatihah." (HR Muslim).
Baca Juga: Keistimewaan Al Fatihah sebagai Surah Pembuka di Dalam Al Quran
Maksud dari 'kadang-kadang memperdengarkan kepada kami ayat-ayat' artinya kebolehan membaca jahr pada salat yang biasa sir.
Tetapi juga bacaan Nabi agak keras itu hanya ekspresi saja karena dalamnya pemikiran makna ayat, bukan karena jahr Fatihah dan surat.
Sebab yang didengar oleh para sahabat hanya beberapa ayat dan itu pun kadang-kadang. Pokoknya salat Dzuhur dan Ashar itu dilakukan dengan sir.