Masjid Besar Darussalam, Ikon Religi Kota Putussibau
Fajar adhitya
Selasa, 10 Agustus 2021 - 23:20 WIB
Masjid Besar Darussalam di Putussibau. (Foto: Antara).
Masjid Besar Darussalam dinilai bisa menjadi ikon religi Kota Putussibau. Sebab rumah ibadah tersebut berdiri megah di lokasi strategis sebelum memasuki kota. Masjid tersebut diyakini akan selalu ramai didatangi jamaah.
"Masjid Darussalam itu salah satu ikon religi Kota Putussibau dan menjadi kebanggaan umat Islam di Kapuas Hulu," kata Hairuddin, Ketua Pengurus Masjid Besar Darussalam Putussibau Selatan, Selasa (10/8/2021).
Masjid Besar Darrusalam itu memiliki sejarah panjang hingga akhirnya bisa berdiri megah saat ini. Hairuddin yang juga Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu mengatakan, pertama kali dibangun pada 1986, dengan semangat gotong royong masyarakat.
"Saya waktu itu masih remaja, saya ingat betul warga gotong royong membawa pasir menggunakan kantong palstik, itu perjuangan luar biasa," kata Hairuddin.
Sejak 1986, kata dia, terus berganti kepengurusan masjid tersebut, bahkan sudah ada yang meninggal dan beberapa pendiri juga masih ada yang hidup. Lalu, pada 22 Oktober 2008 Masjid Darussalam mulai dibesarkan dengan proses panjang, terutama dalam pembebasan lahan dan Tahun 2021 ini kemudian dibangun masjid yang cukup megah.
"Saya diberikan amanah menjadi Ketua Pengurus Masjid Besar Darussalam ini, semoga diberikan kemudahan dan amanah dalam mengembangkan masjid tersebut ke depannya, yang rencana akan terus dibangun hingga Tahun 2023," katanya.
Dia mengatakan dalam pembangunan Masjid Besar Darussalam itu juga tidak terlepas dari bantuan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu.
"Masjid Darussalam itu salah satu ikon religi Kota Putussibau dan menjadi kebanggaan umat Islam di Kapuas Hulu," kata Hairuddin, Ketua Pengurus Masjid Besar Darussalam Putussibau Selatan, Selasa (10/8/2021).
Masjid Besar Darrusalam itu memiliki sejarah panjang hingga akhirnya bisa berdiri megah saat ini. Hairuddin yang juga Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu mengatakan, pertama kali dibangun pada 1986, dengan semangat gotong royong masyarakat.
"Saya waktu itu masih remaja, saya ingat betul warga gotong royong membawa pasir menggunakan kantong palstik, itu perjuangan luar biasa," kata Hairuddin.
Sejak 1986, kata dia, terus berganti kepengurusan masjid tersebut, bahkan sudah ada yang meninggal dan beberapa pendiri juga masih ada yang hidup. Lalu, pada 22 Oktober 2008 Masjid Darussalam mulai dibesarkan dengan proses panjang, terutama dalam pembebasan lahan dan Tahun 2021 ini kemudian dibangun masjid yang cukup megah.
"Saya diberikan amanah menjadi Ketua Pengurus Masjid Besar Darussalam ini, semoga diberikan kemudahan dan amanah dalam mengembangkan masjid tersebut ke depannya, yang rencana akan terus dibangun hingga Tahun 2023," katanya.
Dia mengatakan dalam pembangunan Masjid Besar Darussalam itu juga tidak terlepas dari bantuan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu.