Mulia Di Hadapan Allah Ta'ala dengan Akidah dan Akhlak Baik
Hasanah syakim
Rabu, 17 Agustus 2022 - 07:05 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Manusia dalam menjalani kehidupan tentu menginginkan kehidupan yang mulia, berarti, serta bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan orang lain. Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor, Ustaz Ismail Abdullah Budi Prasetyo menjelaskan bagaimana manusia dapat menjadi mulia di hadapan Allah Ta'ala dengan akidah dan akhlak yang baik.
"Kita hidup di dunia tentu ingin hidup yang baik, berarti, dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan orang lain. Dalam menjalani kehidupan maka ada beberapa kemungkinan, hidup kita mulia di hadapan Allah Ta'ala mulia juga di hadapan manusia," kata Ustaz Ismail dalam akun YouTube GontorTV, dikutip Rabu (17/8/2022).
Menurut dia, mulia di hadapan Allah Ta'ala dan di hadapan manusia tentu menjadi hal yang diharapkan oleh setiap manusia. Namun mulia di hadapan Allah tapi tidak mulia di hadapan manusia tentu tergantung pada penilaian masing-masing manusia.
Baca Juga:Tafsir Surat Al-Hijr Ayat 9: Allah Jamin Kelestarian Al-Quran
"Mulia di hadapan manusia tapi tidak mulia di hadapan Allah, bisa jadi itu karena niatan-niatan dalam hati kita yang hanya diketahui oleh Allah dan tidak diketahui oleh manusia. Tentu saja yang tidak kita inginkan tentu tidak mulia di hadapan Allah juga manusia, naudzubillah," ujarnya.
Ustaz Ismail menerangkan, Allah menciptakan manusia untuk hidup di dunia ini adalah untuk beribadah kepadaNya. Oleh karena itu, dalam menjalani kehidupan ini manusia hendaklah menyerahkan diri dengan mengabdi dan taat kepada Allah Taala dan RasulNya.
"Maka Tentu saja kita sebagai umat Nabi Muhammad Saw, kita arus mengikuti jejak-jejak beliau. Innama bu'itstu li utammima makarimal akhlaq. Yakni, akhlak yang baik dan mulia serta pekerjaan-pekerjaan yang tentu baik menurut Islam adalah baik menurut Allah Taala dan RasulNya," ujar Ustaz Ismail.
"Kita hidup di dunia tentu ingin hidup yang baik, berarti, dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan orang lain. Dalam menjalani kehidupan maka ada beberapa kemungkinan, hidup kita mulia di hadapan Allah Ta'ala mulia juga di hadapan manusia," kata Ustaz Ismail dalam akun YouTube GontorTV, dikutip Rabu (17/8/2022).
Menurut dia, mulia di hadapan Allah Ta'ala dan di hadapan manusia tentu menjadi hal yang diharapkan oleh setiap manusia. Namun mulia di hadapan Allah tapi tidak mulia di hadapan manusia tentu tergantung pada penilaian masing-masing manusia.
Baca Juga:Tafsir Surat Al-Hijr Ayat 9: Allah Jamin Kelestarian Al-Quran
"Mulia di hadapan manusia tapi tidak mulia di hadapan Allah, bisa jadi itu karena niatan-niatan dalam hati kita yang hanya diketahui oleh Allah dan tidak diketahui oleh manusia. Tentu saja yang tidak kita inginkan tentu tidak mulia di hadapan Allah juga manusia, naudzubillah," ujarnya.
Ustaz Ismail menerangkan, Allah menciptakan manusia untuk hidup di dunia ini adalah untuk beribadah kepadaNya. Oleh karena itu, dalam menjalani kehidupan ini manusia hendaklah menyerahkan diri dengan mengabdi dan taat kepada Allah Taala dan RasulNya.
"Maka Tentu saja kita sebagai umat Nabi Muhammad Saw, kita arus mengikuti jejak-jejak beliau. Innama bu'itstu li utammima makarimal akhlaq. Yakni, akhlak yang baik dan mulia serta pekerjaan-pekerjaan yang tentu baik menurut Islam adalah baik menurut Allah Taala dan RasulNya," ujar Ustaz Ismail.