home masjid

Tajug Gede Purwakarta, Masjid Unik dengan Sembilan Muadzin

Selasa, 10 Agustus 2021 - 21:20 WIB
Masjid Tajug Gede Purwakarta. (Foto: Ayobandung).
Sebelum pandemi Covid-19 menjadi-jadi di negeri ini, Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat baru saja membangun ikon wisata religi berbasis masjid. Mantan bupati Purwakarta yang kini duduk sebagai anggota DPR RI, Dedy Mulyadi menggagas pembangunan masjid yang diberi nama Tajug Gede Cilodong.

Pembangunan Masjid Tajug Gede dimulai pada 2017 di atas tanah seluas 10 hektar di Jalan Raya Bungur Sari tak jauh dari pintu Tol Cikopo. Pembangunannya selesai pada 2018 ditandai dengan shalat Jumat perdana dan terbuka untuk umum.

Tajug diambil dari bahasa Sunda yang berarti masjid, sedangkan Cilodong dipilih menjadi nama tajug sebagai penegas unsur kultur lokal. Masjid ini dibangun atas semangat konservasi, pendidikan, edukasi, budaya, pertanian dan rekreasi.

Bagian dalam masjid dihiasi berbagai ukiran khas Jawa Barat. Bahannya berasal dari kayu jati pilihan yang didatangkan dari Gunung Jati Cirebon. Semua jendela menggunakan ukiran kayu jati motif bunga yang meninggalkan banyak lubang.

Jendela-jendela didesain tanpa kaca agar udara bebas mengalir ke sana kemari, sehingga suasana di masjid tetap sejuk meski cuaca sedang panas.

Halamannya yang luas memungkinkan pengelola masjid mendirikan banyak lapak kuliner, membuat lahan pertanian, taman dengan berbagai bunga, sarana olahraga dan fasilitas wisata menarik. Daya tarik lain Tajug Gede Cilodong adalah Air Mancur Welas Asih yang posisinya tepat di depan tajug.

Konsep air mancurnya serupa dengan Taman Air Mancur Menari Kenjeran di tepi laut Jembatan Kenjeran atau wisata air mancur di Monumen Nasional dan Lapangan Banteng, Jakarta. Memuncratkan air warna-warni yang bisa menari-nari.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
masjid purwakarta budaya
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya