Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home masjid detail berita

Tajug Gede Purwakarta, Masjid Unik dengan Sembilan Muadzin

fajar adhitya Selasa, 10 Agustus 2021 - 21:20 WIB
Tajug Gede Purwakarta, Masjid Unik dengan Sembilan Muadzin
Masjid Tajug Gede Purwakarta. (Foto: Ayobandung).
LANGIT7.ID, Bandung - Sebelum pandemi Covid-19 menjadi-jadi di negeri ini, Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat baru saja membangun ikon wisata religi berbasis masjid. Mantan bupati Purwakarta yang kini duduk sebagai anggota DPR RI, Dedy Mulyadi menggagas pembangunan masjid yang diberi nama Tajug Gede Cilodong.

Pembangunan Masjid Tajug Gede dimulai pada 2017 di atas tanah seluas 10 hektar di Jalan Raya Bungur Sari tak jauh dari pintu Tol Cikopo. Pembangunannya selesai pada 2018 ditandai dengan shalat Jumat perdana dan terbuka untuk umum.

Tajug diambil dari bahasa Sunda yang berarti masjid, sedangkan Cilodong dipilih menjadi nama tajug sebagai penegas unsur kultur lokal. Masjid ini dibangun atas semangat konservasi, pendidikan, edukasi, budaya, pertanian dan rekreasi.

Bagian dalam masjid dihiasi berbagai ukiran khas Jawa Barat. Bahannya berasal dari kayu jati pilihan yang didatangkan dari Gunung Jati Cirebon. Semua jendela menggunakan ukiran kayu jati motif bunga yang meninggalkan banyak lubang.

Jendela-jendela didesain tanpa kaca agar udara bebas mengalir ke sana kemari, sehingga suasana di masjid tetap sejuk meski cuaca sedang panas.

Halamannya yang luas memungkinkan pengelola masjid mendirikan banyak lapak kuliner, membuat lahan pertanian, taman dengan berbagai bunga, sarana olahraga dan fasilitas wisata menarik. Daya tarik lain Tajug Gede Cilodong adalah Air Mancur Welas Asih yang posisinya tepat di depan tajug.

Konsep air mancurnya serupa dengan Taman Air Mancur Menari Kenjeran di tepi laut Jembatan Kenjeran atau wisata air mancur di Monumen Nasional dan Lapangan Banteng, Jakarta. Memuncratkan air warna-warni yang bisa menari-nari.

Air mancur ini menyala setiap waktu adzan berkumandang selama empat menit. Khusus Jumat, Sabtu, dan Ahad, air mancur menari-nari setengah jam lamanya selepas shalat Isya.

Pada lahan pertanian, terdapat kincir angin yang disebut 'Kolecer'. Tidak hanya enak dilihat, kolecer itu juga akan mengeluarkan suara ketika dihembus angin.

Menurut para petani, kolecer yang bagus tidak hanya berputar ketika diterpa angin. Ketika angin semakin kencang dan putarannya semakin kuat, kolecer secara tiba-tiba akan berhenti dan kemudian berputar lagi.

Kolecer memiliki makna filosofi yang tinggi, mengajarkan tiap orang harus menjadi manusia yang sukses. Namun, saat mencapai kesuksesan harus berhenti sejenak untuk merenung dan mengintrospeksi diri.

Tajug Gede Cilodong memiliki sembilan beduk di teras selatan masjid. Kesembilan beduk tersebut akan di pukul secara bersama-sama pada Shalat Jumat. Setelah itu, sembilan muazin mengumandangkan azan.

Jumlah muazin lebih dari satu orang terinspirasi dari Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Cirebon. Angka sembilan diambil dari kosmologi Wali Sembilan atau Wali Songo, penyebar islam di tanah Jawa pada abad 14, dan angka tersebut merupakan angka tertinggi. Baik, khatib, muadzin dan imam di Tajug Gede Cilodong menggunakan pakaian khas Sunda.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
TOPIK TERPOPULER
Terpopuler 0 doa
4 snbt
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)