Harga Telur Melonjak Tinggi, Kemendag Ungkap Penyebabnya
Ummu hani
Rabu, 31 Agustus 2022 - 16:15 WIB
Seorang wanita sedang memilih telur. Foto: LANGIT7/iStock
Harga telur ayam ras mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Dari sebelumnya hanya sekitar Rp23.000 sampai Rp28.000 per kilo, kini sudah mencapai Rp30.000 lebih per kilonya.
Plt Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Syailendra menjelaskan ada beberapa penyebab dari kenaikan harga telur ayam ras. Salah satunya karena tinggginya permintaan terhadap komoditas bahan pokok.
Baca Juga:Antisipasi Lonjakan Harga Pangan, Pemerintah Gelontorkan Bansos
"Kebijakan pelonggaran PPKM terkait dengan perubahan status Covid-19 dari pandemi menjadi endemi telah meningkatkan permintaan terhadap telur ayam ras dengan sangat signifikan yaitu sebesar 60 persen untuk memenuhi konsumsi rumah tangga, seperti hotel, restoran, dan kafe, serta industri makanan dan minuman," ujar Syailendra dikutip dari laman Kementerian Perdagangan, Rabu (31/8/2022).
Akibat kenaikan permintaan tersebut, tidak sedikit pedagang besar yang meningkatkan stok telur untuk dapat memenuhi permintaan masyarakat. Selain itu, telur juga untuk keperluan mendukung program bansos kepada masyarakat.
Baca Juga:DPR Minta Para Menteri Tak Silang Pendapat Soal Kenaikan Harga Mi Instan
Naiknya harga telur ayam ras di tingkat eceran juga disebabkan tingginya Harga Pokok Produksi (HPP) peternak yang saat ini berkisar Rp21.000 hingga Rp22.000 per kilo. HPP yang ditinggi dipengaruhi mahalnya harga bahan baku pakan (sekitar 65 persen dari HPP), baik berasal dari dalam negeri seperti jagung, maupun impor, yakni soy bean meal (bungkil kedelai) dan meat bone meal (tepung tulang dan daging).
Plt Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Syailendra menjelaskan ada beberapa penyebab dari kenaikan harga telur ayam ras. Salah satunya karena tinggginya permintaan terhadap komoditas bahan pokok.
Baca Juga:Antisipasi Lonjakan Harga Pangan, Pemerintah Gelontorkan Bansos
"Kebijakan pelonggaran PPKM terkait dengan perubahan status Covid-19 dari pandemi menjadi endemi telah meningkatkan permintaan terhadap telur ayam ras dengan sangat signifikan yaitu sebesar 60 persen untuk memenuhi konsumsi rumah tangga, seperti hotel, restoran, dan kafe, serta industri makanan dan minuman," ujar Syailendra dikutip dari laman Kementerian Perdagangan, Rabu (31/8/2022).
Akibat kenaikan permintaan tersebut, tidak sedikit pedagang besar yang meningkatkan stok telur untuk dapat memenuhi permintaan masyarakat. Selain itu, telur juga untuk keperluan mendukung program bansos kepada masyarakat.
Baca Juga:DPR Minta Para Menteri Tak Silang Pendapat Soal Kenaikan Harga Mi Instan
Naiknya harga telur ayam ras di tingkat eceran juga disebabkan tingginya Harga Pokok Produksi (HPP) peternak yang saat ini berkisar Rp21.000 hingga Rp22.000 per kilo. HPP yang ditinggi dipengaruhi mahalnya harga bahan baku pakan (sekitar 65 persen dari HPP), baik berasal dari dalam negeri seperti jagung, maupun impor, yakni soy bean meal (bungkil kedelai) dan meat bone meal (tepung tulang dan daging).