Jangan Percaya Mitos, Begini Padangan Islam soal Rumah Tusuk Sate
Fifiyanti Abdurahman
Rabu, 14 September 2022 - 13:55 WIB
Ilustrasi rumah berada di tusuk sate. (Foto: Istimewa).
Islam memiliki pandangan berbeda soal rumah tusuk sate. Seorang muslim mestinya tak perlu memusingkan mitos tersebut, apalagi sampai meyakininya.
Anggota Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad, Ustadz Abdullah Roy mengatakan, mempercayai rumah tusuk sate sebagai pembawa sial sama halnya dengan percaya tahayul, dan hal tersebut dilarang oleh agama.
Menurut dia, segala sesuatu adalah kehendak Allah SWT, maka itu haram hukumnya seseorang menyakini sesuatu yang tidak dalilnya.
"Namanya tahayul, ini adalah perkara yang dilarang dalam agama. Segala sesuatu adalah dengan kehendak Allah. Jangan sampai kita meyakini sesuatu tanpa ada dalil," ujar Ustadz Roy dikutip dari YouTube Fatwa TV Official, Rabu (15/9/2022).
Baca Juga: Tips Tinggal di Rumah Tusuk Sate, Yakin Bawa Sial?
"Yang namanya keberuntungan kesialan adalah Allah SWT yang menentukan, tidak boleh seseorang meyakini sesuatu membawa sial, kecuali memang di situ ada dalilnya," lanjut dia.
Meski yang berkata adalah orang tua Anda sendiri, tetapi tetap saja hal tersebut tidak terdapat dalil, maka itu tidak boleh dibenarkan.
Anggota Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad, Ustadz Abdullah Roy mengatakan, mempercayai rumah tusuk sate sebagai pembawa sial sama halnya dengan percaya tahayul, dan hal tersebut dilarang oleh agama.
Menurut dia, segala sesuatu adalah kehendak Allah SWT, maka itu haram hukumnya seseorang menyakini sesuatu yang tidak dalilnya.
"Namanya tahayul, ini adalah perkara yang dilarang dalam agama. Segala sesuatu adalah dengan kehendak Allah. Jangan sampai kita meyakini sesuatu tanpa ada dalil," ujar Ustadz Roy dikutip dari YouTube Fatwa TV Official, Rabu (15/9/2022).
Baca Juga: Tips Tinggal di Rumah Tusuk Sate, Yakin Bawa Sial?
"Yang namanya keberuntungan kesialan adalah Allah SWT yang menentukan, tidak boleh seseorang meyakini sesuatu membawa sial, kecuali memang di situ ada dalilnya," lanjut dia.
Meski yang berkata adalah orang tua Anda sendiri, tetapi tetap saja hal tersebut tidak terdapat dalil, maka itu tidak boleh dibenarkan.