Berkaca dari Kasus Sambo, Para Guru Tolak Tim Bayangan Nadiem
Muhajirin
Senin, 26 September 2022 - 08:15 WIB
Mendikbudristek Nadiem Makarim (foto: kemdikbud.go.id)
Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menolak keberadaan tim bayangan atau shadow team yang dibentuk Mendikbud-Ristek, Nadiem Makarim.
Tim tersebut merupakan satgas khusus untuk membentuk beragam layanan aplikasi diisi 400 orang seperti merdeka belajar dan kampus merdeka.
“Berkaca pada kasus Sambo di institusi kepolisian, penggunaan satgas semacam ini sangat rentan penyalahgunaan,” kata Kepala Bidang Advokasi P2G, Iman Zanatul Haeri, dalam keterangan tertulis, Senin (26/9/2022).
P2G juga mempertanyakan skema penggajian 400 orang tim bayangan Nadiem, apakah menggunakan APBN atau ada skema lain. Jika menggunakan APBN, maka Nadiem harus menyampaikan ke publik dalam rangka asas akuntabilitas dan transparansi, karena menyangkut uang rakyat.
Baca Juga: Muhammadiyah Tolak Tim Bayangan Mendikbud-Ristek, Rentan Penyalahgunaan
Akan tetapi, bila bukan dari APBN, sumber pendanaan pun harus disampaikan ke publik. P2G mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memeriksa tim tersebut dari segi anggaran.
Tim tersebut merupakan satgas khusus untuk membentuk beragam layanan aplikasi diisi 400 orang seperti merdeka belajar dan kampus merdeka.
“Berkaca pada kasus Sambo di institusi kepolisian, penggunaan satgas semacam ini sangat rentan penyalahgunaan,” kata Kepala Bidang Advokasi P2G, Iman Zanatul Haeri, dalam keterangan tertulis, Senin (26/9/2022).
P2G juga mempertanyakan skema penggajian 400 orang tim bayangan Nadiem, apakah menggunakan APBN atau ada skema lain. Jika menggunakan APBN, maka Nadiem harus menyampaikan ke publik dalam rangka asas akuntabilitas dan transparansi, karena menyangkut uang rakyat.
Baca Juga: Muhammadiyah Tolak Tim Bayangan Mendikbud-Ristek, Rentan Penyalahgunaan
Akan tetapi, bila bukan dari APBN, sumber pendanaan pun harus disampaikan ke publik. P2G mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memeriksa tim tersebut dari segi anggaran.