home community

Susahnya Biker Subuhan Mengajak Komunitas Motor Berhijrah

Senin, 05 Juli 2021 - 17:46 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Geng motor kerap dipandang negatif ketika mereka konvoi memakan bahu jalan, atau sekedar nongkrong-nongkrong tengah malam. Namun, tak sedikit diantara mereka kini mulai berhijrah. Salah satunya Komunitas Biker Subuhan. Mereka justru kerapmendatangimajelis ilmu dan ikut mengaji.

Komunitas Biker Subuhan mulai dibentuk 2017 lalu di Bengkel Otomotif Wieryo Costum, Jalan Cipinang Muara 2, Jatinegara, Jakarta Timur.Pada mulanya, Biker Subuhan hanya berisi 9 orang yang bertemu dan konvoi di jalanan setiap malam. Lama kelamaan mereka jenuh. Tak ada manfaat yang mereka dapatkan dengan nongkrong dan konvoi sepanjang malam.

Hingga akhirnya, Muhammad Soewiryo Adiwijoyo yang menggawangi Biker Subuhan memutuskan membuat program mendatangi kajian-kajian yang di gelar di masjid saat waktu subuh. Tak hanya itu, mereka juga membuat kajian ilmu dari masjid ke masjid ke masjid, bekerjasama dengan komunitas hijrah lainnya serta DKM setempat.

Soewiryo mengaku tidak mudah baginya masuk dilingkup pemotor untuk berdakwah. Dia kerap mendapatkan penolakan ketika mengingatkan untuk selalu ingat kepada akhirat ke komunitas bikers lainnya.

“Alasannya banyak. Sibuklah, banyak acaralah. Ya seperti itu, tapi kita tidak patah semangat. Dakwah harus terus berjalan,” kata Wieryo kepada Langit7.

Tak ada jalan lain, komunitas Biker Subuhan terus melakukan aksi dakwahnya dengan menggelar acara-acara berbau otomotif, namun dengan pendekatan islami. Seperti menyediakan mushola dan menunda acara jika waktu shalat tiba.

“Mungkin dengan cara ini, awal mengingatkan rekan satu aspal kepada Tuhannya. Kalau sudah seperti itu, mau tidak maukan mereka ikut shalat. Kita ingin shalat menjadi kebiasaan dulu, sehabis itu akan menjadi tanggungjawab bagi mereka yang mungkin tidak ingin ditinggalkan,” tutur Wieryo.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya