Masyarakat Bali Dukung Pelaksanaan KTT G20 Bali November Mendatang
Hasanah syakim
Rabu, 26 Oktober 2022 - 15:41 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno bersama warga Bali. (foto: Kemenparekraf)
Masyarakat Bali siap mendukung pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, pada 15-16 November 2022 mendatang.
Demi kelancaran dan kesuksesan forum G20 tersebut, warga Bali rela tidak beraktivitas di sekitar lokasi pelaksanaan KTT di Nusa Dua, Bali.
Salah satu Warga Banjar Penyarikan, Yan Ferry mengatakan dukungan tersebut dilakukannya karena pihaknya merasa senang, terlebih ajang KTT G20 ini dilakukan untuk kepentingan negara.
Baca juga:MotoGP 2023 di Sirkuit Mandalika Jauh Lebih Siap, Ini Janji Erick
"Kami senang, terutama karena denyut perekonomian Bali dari pariwisata. Kedatangan tamu negara akan menghidupkan kembali pariwisata Bali yang sempat terpukul karena pandemi Covid-19," kata Yan Ferry dikutip Rabu (26/10/2022).
Menurut Ferry, warga Nusa Dua memang sudah terbiasa membatasi diri demi kelancaran sebuah acara, seperti tahun lalu pihak desa memberi imbauan agar masyarakat tidak beraktivitas di sekitar acara.
Sementara itu, Gubenrnur Bali, Wayan Koster akan menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dan sekolah daring di momen puncak KTT G20. Menurut Wayan, kebijakan ini berlaku hanya bagi wilayah Denpasar dan Kabupaten Badung.
Demi kelancaran dan kesuksesan forum G20 tersebut, warga Bali rela tidak beraktivitas di sekitar lokasi pelaksanaan KTT di Nusa Dua, Bali.
Salah satu Warga Banjar Penyarikan, Yan Ferry mengatakan dukungan tersebut dilakukannya karena pihaknya merasa senang, terlebih ajang KTT G20 ini dilakukan untuk kepentingan negara.
Baca juga:MotoGP 2023 di Sirkuit Mandalika Jauh Lebih Siap, Ini Janji Erick
"Kami senang, terutama karena denyut perekonomian Bali dari pariwisata. Kedatangan tamu negara akan menghidupkan kembali pariwisata Bali yang sempat terpukul karena pandemi Covid-19," kata Yan Ferry dikutip Rabu (26/10/2022).
Menurut Ferry, warga Nusa Dua memang sudah terbiasa membatasi diri demi kelancaran sebuah acara, seperti tahun lalu pihak desa memberi imbauan agar masyarakat tidak beraktivitas di sekitar acara.
Sementara itu, Gubenrnur Bali, Wayan Koster akan menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dan sekolah daring di momen puncak KTT G20. Menurut Wayan, kebijakan ini berlaku hanya bagi wilayah Denpasar dan Kabupaten Badung.