LANGIT7.ID, Jakarta - Masyarakat Bali siap mendukung pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, pada 15-16 November 2022 mendatang.
Demi kelancaran dan kesuksesan forum G20 tersebut, warga Bali rela tidak beraktivitas di sekitar lokasi pelaksanaan KTT di Nusa Dua, Bali.
Salah satu Warga Banjar Penyarikan, Yan Ferry mengatakan dukungan tersebut dilakukannya karena pihaknya merasa senang, terlebih ajang
KTT G20 ini dilakukan untuk kepentingan negara.
Baca juga: MotoGP 2023 di Sirkuit Mandalika Jauh Lebih Siap, Ini Janji Erick"Kami senang, terutama karena denyut perekonomian Bali dari pariwisata. Kedatangan tamu negara akan menghidupkan kembali pariwisata Bali yang sempat terpukul karena pandemi Covid-19," kata Yan Ferry dikutip Rabu (26/10/2022).
Menurut Ferry, warga Nusa Dua memang sudah terbiasa membatasi diri demi kelancaran sebuah acara, seperti tahun lalu pihak desa memberi imbauan agar masyarakat tidak beraktivitas di sekitar acara.
Sementara itu, Gubenrnur Bali, Wayan Koster akan menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dan sekolah daring di momen puncak KTT G20. Menurut Wayan, kebijakan ini berlaku hanya bagi wilayah Denpasar dan Kabupaten Badung.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali untuk mengurangi mobilitas masyarakat selama penyelenggaraan KTT G20.
Menurut Luhut, penerapkan kebijakan WFH dan sekolah daring saat KTT G20, mobilitas masyarakat Bali berkurang dan berimbas penekanan potensi kemacetan, dan kepadatan lalu lintas untuk kenyamanan penyelenggaraan acara.
Baca juga: Persiapan Protokoler Kesehatan KTT G20 Bali dalam Tahap FinalisasiSelain itu, warga Denpasar juga memilih untuk tidak beraktivitas ke lokasi yang rutenya bersinggungan, dengan lalu lintas yang dilewati peserta KTT G20. Alasannya agar tidak mengganggu keberlangsungan acara KTT G20.
Keramahan dan keterbukaan masyarakat Bali sudah dikenal seluruh dunia. Keramahan dan keterbukaan masyarakat ini menjadikan Pulau Dewata, sebagai daya tarik bagi kunjungan wisatawan lokal hingga mancanegara.
Bahkan berkat keramahan dan keterbukaan masyarakatnya, Bali dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan acara-acara besar baik nasional maupun internasional.
(sof)