LANGIT7.ID, Jakarta - Direktur Serveilans dan Kekarantinaan Kesehatan, Achmad Farchanny, mengungkapkan persiapan
protokoler kesehatan untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 15-16 November 2022 mendatang dalam tahap finalisasi. Diharapkan persiapan dan pelaksanaan protokol kesehatan yang baik sehingga kegiatan berlangsung aman dan sehat.
"Penyiapan protokoler kesehatan ini mencakup aturan kesehatan yang berlaku sebelum kedatangan. Saat di bandara, saat di
venue dan sebelum kepulangan ke negara masing-masing delegasi," kata Achmad dikutip dari laman Kemkes, Jumat (14/10/2022).
Baca Juga: Situasi Global Makin Memburuk, SBY Minta Pemimpin G20 Selamatkan DuniaFarchanny menyebut, aturan tersebut harus ditaati semua tamu sebagai bentuk komitmen negera anggota
G20. Hal itu guna mengantisipasi terjadinya penularan Covid-19 ataupun penyakit menular lainnya.
"Dalam protokol kesehatan saat
KTT G20, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seluruh peserta sebelum berangkat dan saat tiba di Indonesia. Seperti menunjukkan bukti vaksinasi dosis lengkap dan registrasi aplikasi PeduliLindungi oleh tamu non-VVIP. Aplikasi PL ini sekarang sudah tersedia dalam 13 bahasa," ungkapnya.
Guna memastikan keamanan dan keselamatan pasien, Achmad menuturkan para tamu yang melibatkan VVIP harus melakukan RT-PCR 1x24 jam sebelum kegiatan berlangsung. Sementara untuk semua delegasi disediakan Rapid Antigen.
"Para tamu juga diminta periksa suhu tubuh dan
scan QR PeduliLindungi setiap masuk
venue. Jika suhu >37.5 ⁰C, harus dilakukan RT-PCR," ujar Achmad.
Baca Juga: Tutup P20 Summit, Puan Sebut Semua Parlemen Komitmen Atasi Krisis GlobalMenurut Achmad, pengambilan sampel akan dilakukan tim kesehatan yang terdiri dari tim surveilans penyakit dan faktor risiko, tim pengambil spesimen dan tim laboratorium. Berbagai tim itu disiapkan di seluruh hotel official G20 tempat delegasi menginap serta melibatkan 300 tenaga kesehatan di seluruh
venue.
Selain itu, tenaga medis lain juga disiagakan di
venue KTT G20. Di antaranya dokter umum, dokter spesialis jantung atau dokter spesialis penyakit dalam konsultan jantung, dokter spesialis anestesi, dan perawat ICU. "Tenaga kesehatan ini yang akan melayani seluruh delegasi termasuk jika ditemukan kasus positif Covid-19 maupun penyakit menular lainnya," lanjut Achmad.
Apabila ada anggota delegasi yang membutuhkan pelayanan kesehatan, bisa menghubungi petugas-petugas yang memang sudah kita tempatkan di semua hotel tempat delegasi menginap. Tak hanya itu, pihaknya juga mendirikan klinik, mini-ICU dan tim mobile kegawatdaruratan lengkap dengan tenaga kesehatan.
Fasilitas layanan kesehatan tersebut diperkuat dengan penyediaan ambulans dan penetapan 7 RS Internasional sebagai RS Rujukan KTT G20. "Rumah sakit juga kita siapkan sebagai RS rujukan untuk tamu yang positif Covid-19 dengan gejala sedang hingga berat," ucap Achmad.
Baca Juga:
Jokowi: Persiapan KTT G20 Bali 2022 Hampir Rampung
R20 Jadi Bagian G20 agar Agama Tak Dipinggirkan dari Percaturan Global
Jelang KTT G20 di Bali, Kemenkes Fokus Siapkan 3 Aspek Layanan Kesehatan(asf)