LANGIT7.ID, Jakarta - Presiden ke-6 Republik Indonesia,
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan situasi global semakin memburuk. Hal itu diikuti
resesi ekonomi global yang kemungkinan besar bakal terjadi serta dampak dari perang Rusia-Ukraina yang membahayakan keamanan internasional.
Menurut SBY,
resesi ekonomi global pati makin memukul kehidupan semua bangsa. Apalagi, saat ini kehidupan masyarakat dalam keadaan susah. Jika perang di Ukraina semakin liar dan tidak terkendali, maka terjadinya perang dunia disertai penggunaan nuklir bisa menjadi kenyataan.
“Kita tahu dampak buruk jika krisis ekonomi global terjadi disertai
“cost of living crisis”, dan perang besar terjadi di Eropa yang melibatkan Barat (AS dan sekutunya) melawan Rusia dan sekutunya. Tentunya kita tidak ingin mengalami lagi
Great Depression sebelum Perang Dunia II dulu,” kata SBY di akun twitter-nya, Rabu (12/10/2022).
Baca Juga: Chatib Basri: Indonesia Tak Akan Resesi tapi Pemerintah Perlu Antisipasi
SBY mengemukakan, situasi dunia akan makin runyam jika geopolitik di Asia Timur yang sudah panas menjadi konflik militer terbuka Tiongkok versus Taiwan dan pendukungnya, termasuk AS.
“Ingat, Perang Dunia II dulu, mandala besarnya ada di Eropa & Asia. Haruskah kita biarkan terjadi lagi?” ujar SBY.
Jika keadaan semakin tidak terkendali yakni goncangan ekonomi dan keamanan global, sementara pandemi Covid-19 masih ada, penyelamatan bumi dari pemanasan global akan gagal. Itu karena dunia tidak lagi peduli dan bukan prioritas.
Baca Juga: SBY Ingatkan Pemerintah agar Hati-hati Memanfaatkan Peluang di G20
“Dunia bisa alami
‘triple crises’ (yakni) keamanan, ekonomi dan lingkungan,” ungkap SBY.
Dia lalu meminta pemimpin dunia, termasuk PBB untuk bertindak secara nyata untuk menyelamatkan dunia.
“
Inaction is immoral. Gunakan Forum G20 di Bali ‘
to save our world, to save our planet’. Turunkan ego masing-masing. Negosiasi dan perundingan adalah jawaban,” ujar SBY.
(jqf)