LANGIT7.ID, Jakarta,- -
Sekolah Tinggi Agama Islam Persatuan Islam (STAIPI) Jakarta sukses menggelar wisuda angkatan pertama dengan meluluskan 27 wisudawan dan wisudawati.
Ketua STAIPI Jakarta, Al-Ustaz
Jeje Zaenudin mengungkapkan, STAIPI Jakarta lahir di tengah tantangan besar
pandemi Covid-19 yang melanda dunia hingga akhir tahun 2022.
Baca juga: Jeje Zaenudin: Politik Dakwah, Filosofi Politik PersisMenurut Ustaz Jeje, pandemi membawa banyak hambatan, mulai dari penerimaan
mahasiswa baru, pelaksanaan perkuliahan, hingga pengelolaan sarana dan SDM.
"Namun alhamdulillah, kami mampu bertahan dan terus berkembang," ujar Ustaz Jeje dalam orasi ilmiah di Gedung Badan Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP), Jagakarsa, Jakarta Selatan, dikutip Rabu (29/1/2025).
Sebanyak 27 wisudawan merupakan angkatan pertama yang mendaftar di masa pandemi tahun 2020. Selama empat tahun, mereka menjalani perkuliahan dengan sistem hybrid, yaitu perkuliahan tatap muka dan daring.
"Mereka adalah mahasiswa yang bertahan di tengah berbagai kesulitan. Banyak teman mereka yang menyerah, tetapi mereka tetap
istiqamah dalam menuntut ilmu. Ini adalah bukti kegigihan dan prestasi luar biasa," katanya.
Tak lupa Ustaz Jeje menyampaikan rasa syukur dan tahniah atas terselenggaranya
wisuda perdana ini.
Baca juga: Respons Kiai Jeje Zaenudin Soal Penceramah Olok-Olok Bakul Es Teh"Hari ini adalah momen bersejarah bagi STAIPI Jakarta. Kami bersyukur bisa menyelenggarakan wisuda pertama untuk jenjang sarjana strata-1 (S1) program studi Hukum Ekonomi Syariah dan Komunikasi Penyiaran Islam," tuturnya.
Lebih jauh, Ustaz Jeje menjelaskan bahwa STAIPI Jakarta memiliki sejarah panjang sejak tahun 2001-2002. Kala itu, STAIPI masih berbentuk lembaga pendidikan bahasa Arab di bawah Ma'had Usman bin Affan.
"Sejak awal berdiri, kami rutin menyelenggarakan wisuda untuk lulusan diploma bahasa Arab. Ribuan lulusannya kini tersebar di berbagai provinsi," lanjutnya.
Karena kebutuhan dan permintaan masyarakat semakin tinggi serta regulasi pemerintah yang mendorong perubahan dalam pendidikan tinggi, akhirnya STAIPI Jakarta resmi berdiri sebagai Sekolah Tinggi pada tahun 2020 dengan izin dari Dirjen Dikti Kementerian Agama.
Baca juga: Ustaz Jeje: Kemuliaan dari Allah dan Rasul Layak DiperjuangkanOleh karenanya Ustaz Jeje berpesan agar para wisudawan tetap menjaga nama baik almamater dan terus menjalin hubungan dengan STAIPI Jakarta.
"Jangan pernah berhenti belajar dan tetap berkontribusi dalam dakwah Islam. Gunakan ilmu yang didapat untuk kepentingan agama, bangsa, dan masyarakat," ungkapnya.
Ia juga berharap agar ilmu yang diperoleh para wisudawan menjadi berkah dan bermanfaat, baik bagi diri mereka sendiri maupun bagi
umat Islam.
"Semoga kalian menjadi insan yang bermanfaat, berkontribusi dalam membangun masyarakat, dan menjadi kebanggaan bagi agama serta bangsa," ujarnya.
Wisuda perdana STAIPI Jakarta terdiri dari 11 lulusan Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) dan 16 lulusan Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI).
Baca juga: Pesan KH Jeje di Momentum HSN: Santri Tidak Boleh JumawaAcara ini dihadiri seluruh sivitas akademika STAIPI Jakarta, Ketua Bidang Garapan Pendidikan Tinggi Persis, Dr Nurmawan; Wakil Koordinator Kopertais Wilayah I Jakarta dan Banten, Prof Dr Sururin; serta jajaran Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah Persis DKI Jakarta.
(est)