Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home global news detail berita

Respons Kiai Jeje Zaenudin Soal Penceramah Olok-Olok Bakul Es Teh

esti setiyowati Kamis, 05 Desember 2024 - 12:38 WIB
Respons Kiai Jeje Zaenudin Soal Penceramah Olok-Olok Bakul Es Teh
Cendekiawan muslim, KH Jeje Zaenudin. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Polemik penceramah agama, Miftah Maulana dengan Sunhaji, penjual es teh telah berakhir. Miftah Maulana sudah meminta maaf pada Sunhaji yang sempat diolok-oloknya di acara pengajian Magelang Bersholawat.

Melalui video berdurasi satu menit, Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan ini meminta maaf dan bertemu langsung dengan Sunhaji pada Rabu (4/12/2024) kemarin.

Baca juga: Ketika Dakwah Kehilangan Adab: Pelajaran Berharga untuk Umat, Kasus Gus Miftah Jangan Terjadi Lagi

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya Miftah Maulana Habiburrahman, menanggapi yang viral hari ini. Yang pertama, dengan kerendahan hati saya minta maaf atas kekhilafan saya,” kata Miftah.

“Saya juga minta maaf kepada masyarakat atas kegaduhan ini, yang merasa terganggu atas candaan saya, yang dinilai oleh masyarakat berlebihan. Untuk itu, saya juga minta maaf,” sambungnya.

Permintaan maaf tersebut berawal dari Miftah Maulana mencemooh Sunhaji yang tengah berjualan es teh dan air minum kemasan saat ia menggelar pengajian di salah satu pondok pesantren di Magelang, Jawa Tengah.

Es tehmu seh akeh ra? (Es teh mu masih banyak gak?) Masih? Yo kono didol goblok (Ya sana dijual bodoh). Dolen disek, nko lak durung payu, wes, takdir (Jual dulu, kalau belum laku, sudah, takdir),” kata Miftah saat itu.

Video yang memperlihatkan momen Miftah mengeluarkan kata kasar pun menjadi viral. Publik menilai sikap yang ditunjukkan Miftah tidak sesuai dengan posisinya yang seorang pendakwah sekaligus pejabat negara.

Baca juga: Merespons Kasus Gus Miftah, Ketua PBNU: Dakwah Harus Mengutamakan Kelembutan dan Adab

Merespons peristiwa tersebut, Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) KH Jeje Zaenuddin, mengatakan bahwa seorang penceramah tidak patut mengeluarkan kata kasar, buruk, bahkan memfitnah.

"Tentu saja seorang penceramah dalam kapasitasnya sebagai apapun tidak patut berkata kasar, buruk, mengumpat, dan memfitnah," kata Ustadz Jeje Zaenudin pada LANGIT7.ID, Kamis (5/12/2024).

Apalagi, lanjut Ustadz Jeje, jika yang diceramahkan adalah nilai-nilai dan ajaran agama.

Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Pusat Bidang Pengembangan Seni Budaya dan Peradaban Islam ini mengingatkan bahwa Allah Ta'ala dengan tegas memerintahkan kita untuk mengucapkan perkataan yang baik.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 83,

قُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا

Artinya: “Ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia.”

Surah Al-Isra' ayat 53:

وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا

Artinya: “Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.”

Baca juga: Dari Soal Adab Hingga Tak Rela Digaji dari Pajak, Jadi Alasan Publik Bikin Petisi Copot Gus Miftah

Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam juga meminta umatnya untuk menjaga ucapan agar tidak menyakiti hati orang lain.

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Siapa pun yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia mengucapkan perkataan yang baik atau diam.” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim).

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
TOPIK TERPOPULER
Terpopuler 0 doa
4 snbt
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)