LANGIT7.ID-Berikut adalah fakta menarik Gus Miftah, yang kerap mengisi pengajian di lokalisasi, hingga lulus S1 dengan predikat Summa Cumlaude.
Sosoknya menarik belakangan karena video kontroversial tentang penjual es teh. Gara-gara video tersebut, Gus Miftah sampai melepas jabatannya sebagai utusan khusus presiden.
Apa saja sisi menarik dari sosok satu ini?
1. Keturunan ke-9 dari Kyai Ageng Hasan Besari Memiliki nama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman, ia lahir di Lampung pada 5 Agustus 1981. Disebutkan, Gus Miftah merupakan keturunan ke-9 dari Kyai Ageng Hasan Besari, pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo.
2. Isi pengajian di lokalisasi Sarkem Perjalanan dakwah Gus Miftah diawali saat sering melaksanakan salat di musala daerah Pasar Kembang (Sarkem), area lokalisasi di Yogyakarta.
Masih amat muda kala itu, sekitar 21 tahun, perjalanan dakwahnya tak berjalan mulus. Lambat laun sejumlah pekerja dunia malam tersebut menerima kehadirannya.
Saat perjalanan dakwahnya, ia kerap mendapati keluh kesah para pekerja dunia malam yang kesulitan mendapat akses kajian agama.
Gus Miftah lantas melanjutkan perjalanan dakwahnya ke kelab malam dan juga salon plus-plus.
Namanya mulai diperbincangkan publik ketika video dirinya saat memberikan pengajian di salah satu kelab malam di Bali, viral di media sosial.
3. Mengislamkan Deddy Corbuzier Nama Gus Miftah semakin populer saat menjadi guru spiritual Deddy Corbuzier. Gus Miftalah yang mendampingi sang mentalis saat mengucap dua kalimat syahadat.
4. Lulus sarjana dengan predikat Summa Cumlaude Gus Miftah diketahui pernah menempuh kuliah di IAIN Sunan Kalijaga tapi tidak selesai. Ia lalu mencapai gelar sarjana di Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang dan lulus pada 2023.
Gus Miftah resmi menyandang gelar S.Pd dari prodi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam.
Menariknya, Gus Miftah mendapatkan nilai 95 pada sidang skripsi dan lulus dengan IPK 3,56, serta mendapatkan predikat summa cumlaude atau lulus dengan predikat kehormatan tertinggi.
Tak hanya itu, ia bahkan mendapat Letter of Acceptance untuk melanjutkan kuliah S2 di Unissula.
5. Pendiri Ponpes Ora Aji Pada 2011, Gus Miftah mendirikan Ponpes Ora Aji. Nama Ora Aji dalam bahasa Jawa menyimpan makna mendalam, tidak berarti.
Tujuan Gus Miftah menyematkan mana tersebut lantaran memiliki filosofi, yakni tak ada seorang pun yang berarti di mata Allah selain ketakwaan.
Yang menarik dari ponpesnya adalah menampung para santri yang sebagian di antaranya adalah anak-anak jalanan, punk, dan mantan preman.(*)
(hbd)