LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis), KH Jeje Zaenudin menyebutkan, Hari Santri Nasional (HSN) merupakan sebuah momentum besar yang sudah seharusnya diperingati dan disyukuri. Ini karena peran besar santri kepada bangsa Indonesia sejak dahulu.
"Momentum hari santri sepatutnya disyukuri sebagai sebuah penghargaan negara kepada perjuangan dan pengorbanan para ulama dalam memobilisir rakyat Indonesia dan kaum santri khususnya dalam mempertahankan kemerdekaan," kata Kiai Jeje saat di wawancara
Langit7.id, Jumat (21/10/2022).
Di lain sisi, lanjut Kiai Jeje, seluruh santri tidak boleh terlena akan adanya HSN. Mereka harus tetap rendah hati, mengoreksi diri, dan mengembangkan potensi diri agar mampu menjadi generasi penerus bangsa yang hebat.
"Namun demikian bukan berarti bahwa kita sebagai kaum santri harus berbangga diri apalagi jumawa atau sombong dengan peran dan jasa nenek moyang kita masa dulu. Sebab hal itu bukan hanya sebagai sikap yang sia sia, tetapi juga dilarang oleh Islam," ujarnya.
Baca Juga: Ustaz Jeje Zaenudin, Ulama Muda Visioner yang Low ProfileKiai Jeje mengingatkan, sifat jumawa merupakan suatu hal yang dilarang Allah yang tertuang dalam surat Al-Baqarah ayat 134. Berikut firman Allah SWT:
تِلْكَ اُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُمْ مَّا كَسَبْتُمْ ۚ وَلَا تُسْـَٔلُوْنَ عَمَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Artinya: Itulah umat yang telah lalu. Baginya apa yang telah mereka usahakan dan bagimu apa yang telah kamu usahakan. Dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang apa yang dahulu mereka kerjakan.
Maka dari itu, kata Pimpinan Pesantren An-Nahla Al-Islamiy ini, sebagai generasi pewaris para ulama, para santri wajib meneladani spirit juang, keberanian, kepahlawanan dan keikhlasan pengorbanan yang dicontohkan para ulama dan para santri terdahulu. Untuk kemudian ditransformasikan ke dalam perjuangan mengawal dan mengisi kemerdekaan saat ini agar tetap terjaga, Istikamah, lurus, dan konsisten dalam rel cita-cita Indonesia.
Baca Juga: Ghazi, Alumni Pesantren Persis dengan Segudang Prestasi InternasionalKiai Jeje berharap agar kedepannya para santri mampu jadi santri yang visioner, terus berkembang, dan mampu menyelesaikan segala tantangan yang dihadapi dalam permasalahan umat di era globalisasi seperti sekarang ini.
"Para santri saat ini dan masa yang akan datang sedang dan akan terus menghadapi tantangan perubahan global yang sangat dinamis bahkan berpotensi destruktif terhadap nilai-nilai agama dan keharmonisan hidup bernegara," ujar Ketum Persis masa Jihad 2022-2027 ini.
"Karenanya dibutuhkan generasi santri yang memiliki visi yang responsif dan antisipatif dengan wawasan yang dapat memandang jauh ke depan dalam menyiapkan peradaban gemilang bagi kejayaan umat dan bangsa," imbuhnya.
(zhd)