LANGIT7.ID-Jakarta; - Dewan Hisab dan Rukyat Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) mengembangkan platform astronomi Islam terpadu bernama PERSIS TIMES guna menjawab tingginya kebutuhan umat di era digital terhadap informasi falak yang akurat dan komprehensif. Inovasi ini hadir karena mayoritas aplikasi yang tersedia saat ini masih bersifat parsial dan hanya menyediakan satu atau dua layanan dengan metode yang kaku.
Wakil Ketua Dewan Hisab dan Rukyat PP Persis, Ustaz Syarief Ahmad Hakim, menegaskan bahwa platform ini tidak dibangun untuk mewakili satu metode hisab saja. Sebaliknya, aplikasi ini dirancang untuk mengakomodasi keragaman metodologi dalam satu wadah yang akurat, transparan, dan ilmiah.
"Proses pengembangan sistem ini dimulai sejak September tahun lalu melalui penulisan pustaka digital. Pustaka komputasi tersebut kemudian dipublikasikan pada repositori resmi global pada Maret tahun ini dan kini telah digunakan oleh lebih dari seribu pengembang aplikasi," ujar Ustaz Syarief dalam laman resmi Persis, dikutip Ahad (19/7/2026).
Setelah melalui tahap perancangan antarmuka pengguna yang intensif sejak April, versi pertama dari aplikasi ini resmi diselesaikan pada pertengahan Juni yang lalu bersamaan dengan momentum tahun baru satu Muharram seribu empat ratus empat puluh delapan Hijriah. Keunggulan utama dari platform ini terletak pada kombinasi antara akurasi ilmiah tingkat tinggi, fleksibilitas metodologi, serta integrasi layanan yang utuh.
"Dari sisi ketelitian matematis, komputasi di dalamnya memanfaatkan algoritma astronomi modern dengan puluhan ribu koreksi matematika untuk menghitung posisi Matahari dan Bulan. Berbeda dengan aplikasi lain yang hanya menampilkan hasil akhir, sistem ini menerapkan prinsip transparansi ilmiah yang memungkinkan pengguna mengetahui secara mendetail metode dan parameter yang digunakan," katanya.
"Pendekatan terbuka tersebut menjadikan platform ini sangat bermanfaat bagi masyarakat umum, akademisi, peneliti, hingga lembaga keagamaan yang memerlukan validasi serta pengembangan ilmu falak," imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Sekretaris Dewan Hisab dan Rukyat PP Persis sekaligus pemrogram aplikasi astronomi Islam, Abu Sabda menerangkan, aplikasi ini juga memberikan kebebasan penuh kepada pengguna untuk menentukan metode perhitungan sesuai kebutuhan mereka. Pada modul waktu salat, pengguna dapat memilih sudut Matahari untuk Subuh dan Isya sesuai standar berbagai lembaga dunia.
"Pada penentuan arah kiblat, tersedia opsi metode trigonometri bola maupun geodesi berbasis bentuk bumi. Sementara pada penentuan kalender, pengguna dibebaskan memilih kriteria Wujudul Hilal, Imkanur Rukyat MABIMS, Kalender Hijriah Global Tunggal, hingga sistem Umm al-Qura. Seluruh fitur tersebut dihimpun dalam satu wadah yang saling terintegrasi guna memastikan konsistensi data," tuturnya.
Melalui dukungan teknologi multiplatform, aplikasi ini dapat dioperasikan di berbagai perangkat seperti ponsel pintar, komputer, hingga peramban web. Tersedianya layanan dalam tiga bahasa yaitu Indonesia, Arab, dan Inggris juga membuat inovasi ini berpotensi menjangkau pengguna internasional sekaligus memperkenalkan perkembangan keilmuan falak Indonesia ke tingkat global.
"Platform komputasi ini tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu praktis untuk menghitung posisi benda langit, melainkan juga menjadi jembatan yang menghubungkan ilmu pengetahuan modern, teknologi mutakhir, dan nilai-nilai Islam demi pelayanan keagamaan yang lebih edukatif bagi umat," pungkasnya.
(zhd)