Pemerintah Menjamin Keamanan Siber Selama Penyelenggaraan KTT G20 di Bali
Hasanah syakim
Rabu, 26 Oktober 2022 - 19:17 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Juru Bicara Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Ariandi Putra menegaskan Pemerintah Indonesia menjamin keamanan siber selama penyelenggaraan, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 15-16 November 2022 di Bali.
Menurut Ariandi, BSSN akan mengerahkan para ahli serta peralatan berteknologi tinggi penyelenggaraan KTT G20 di Bali. Pengamanan siber tak hanya dilakukan di hari pelaksanaan, tetapi sebelum dan sesudah KTT G20 digelar.
"Kami sudah melakukan pengamanan siber dan bekerja sama dengan penyelenggara jaringan internet dan EO yang mengampu pagelaran G20. Ini sudah dilakukan sejak Juli lalu,” ujar Ariandi dalam keterangannya dikutip Rabu (26/10/2022).
Baca juga:Menkominfo Dorong Kolaborasi Jaga Ruang Digital dari Konten Negatif
Selain itu, Ariandi menuturkan BSSN juga mengidentifikasi berbagai potensi ancaman siber yang mungkin terjadi di Indonesia dan KTT G20.
"Ancaman-ancaman tersebut antara lain seperti spear phishing (peretasan spesifik), malicious document atau virus yang ditempelkan pada dokumen, hijacking, fake wifi hingga operasi malware,” ujarnya.
Menurut Ariandi, BSSN akan mengerahkan para ahli serta peralatan berteknologi tinggi penyelenggaraan KTT G20 di Bali. Pengamanan siber tak hanya dilakukan di hari pelaksanaan, tetapi sebelum dan sesudah KTT G20 digelar.
"Kami sudah melakukan pengamanan siber dan bekerja sama dengan penyelenggara jaringan internet dan EO yang mengampu pagelaran G20. Ini sudah dilakukan sejak Juli lalu,” ujar Ariandi dalam keterangannya dikutip Rabu (26/10/2022).
Baca juga:Menkominfo Dorong Kolaborasi Jaga Ruang Digital dari Konten Negatif
Selain itu, Ariandi menuturkan BSSN juga mengidentifikasi berbagai potensi ancaman siber yang mungkin terjadi di Indonesia dan KTT G20.
"Ancaman-ancaman tersebut antara lain seperti spear phishing (peretasan spesifik), malicious document atau virus yang ditempelkan pada dokumen, hijacking, fake wifi hingga operasi malware,” ujarnya.