home lifestyle muslim

Anggapan Daging Merah Tingkatkan Risiko Stroke Dinilai Lemah

Jum'at, 28 Oktober 2022 - 12:00 WIB
Ilustrasi daging merah. (Foto: Istimewa).
Daging merah selalu dikaitkan dengan risiko stroke. Sehingga reputasinya terkesan buruk di mata masyarakat dan tidak dianjurkan untuk dikonsumsi terlalu banyak.

Melansir Health Shots, daging merah ini meliputi daging sapi, kambing, dan domba. Daging non unggas inilah yang dikaitkan dengan banyak masalah kesehatan.

Ternyata dalam studi baru yang diterbitkan Nature Medicine, daging merah tidak seburuk anggapan selama ini. Menurut penelitian dari Fakultas Kedokteran Universitas Washington, hubungan antara makan daging merah dan strok adalah lemah dan tidak konsisten.

Setelah menganalisis korelasi antara 180 faktor risiko dan hasil kesehatan, para peneliti mengungkapkan antara diet daging merah dan stroke iskemik tidak memiliki korelasi.

Baca Juga: Makanan Kesukaan Nabi Muhammad SAW, Daging Kambing hingga Gandum

Strok iskemik terjadi ketika gumpalan darah menghalangi oksigen dan aliran darah ke otak. Pada dasarnya, sel-sel otak mulai mati dan dalam kasus seperti ini pasien memerlukan perawatan segera.

Kendati demikian, korelasi antara daging merah dan strok bukan tanpa alasan. Faktanya, sebuah studi oleh American Heart Association (AHA) menemukan bahwa orang yang makan lebih banyak lemak hewani, seperti daging merah dan daging olahan, berisiko lebih tinggi terkena strok.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
daging merah stroke gejala stroke penelitian
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya