LANGIT7.ID, Jakarta -
Daging merah selalu dikaitkan dengan risiko
stroke. Sehingga reputasinya terkesan buruk di mata masyarakat dan tidak dianjurkan untuk dikonsumsi terlalu banyak.
Melansir
Health Shots, daging merah ini meliputi daging sapi, kambing, dan domba.
Daging non unggas inilah yang dikaitkan dengan banyak masalah kesehatan.
Ternyata dalam
studi baru yang diterbitkan Nature Medicine, daging merah tidak seburuk anggapan selama ini. Menurut penelitian dari Fakultas Kedokteran Universitas Washington, hubungan antara makan daging merah dan strok adalah lemah dan tidak konsisten.
Setelah menganalisis korelasi antara 180 faktor risiko dan hasil kesehatan, para peneliti mengungkapkan antara diet daging merah dan stroke iskemik tidak memiliki korelasi.
Baca Juga: Makanan Kesukaan Nabi Muhammad SAW, Daging Kambing hingga GandumStrok iskemik terjadi ketika gumpalan darah menghalangi oksigen dan aliran darah ke otak. Pada dasarnya, sel-sel otak mulai mati dan dalam kasus seperti ini pasien memerlukan perawatan segera.
Kendati demikian, korelasi antara daging merah dan strok bukan tanpa alasan. Faktanya, sebuah studi oleh American Heart Association (AHA) menemukan bahwa orang yang makan lebih banyak lemak hewani, seperti daging merah dan daging olahan, berisiko lebih tinggi terkena strok.
Selain itu, sebuah studi pada 2011 yang diterbitkan dalam jurnal Stroke juga menemukan hubungan antara makan daging merah dan peningkatan risiko strok.
Kunci menghindari efek samping daging merah, masih melansir Health Shots, adalah makan dalam jumlah sedang. Juga pemilihan jenis daging merah dan lebih baik jangan terlalu banyak mengonsumsi daging olahan.
(bal)