home community

UBN: Ancaman Krisis Pangan Harus Terus Dimitigasi

Jum'at, 28 Oktober 2022 - 19:15 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Ancaman krisis pangan global bukan isapan jempol. Baru-baru ini Organisasi Pangan Dunia (FAO) membeberkan data. Disebut FAO, pada tahun ini terdapat 181 juta jiwa di 41 negara yang terancam kelaparan.

Oleh: Ustaz Bachtiar Nasir (UBN)

Jumlah warga dunia yang kekurangan gizi pada 2022 juga diperkirakan bertambah 7,6 juta orang akibat perang dan kekeringan. Bahkan angka itu bisa naik menjadi 19 juta orang pada 2023.

Mengutip data Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan African Union (AU) menyatakan saat ini terjadi peningkatan kelaparan, kelangkaan pangan hingga kekurangan gizi di Afrika. Dari data terbaru yang diliris, menunjukkan bahwa satu dari lima orang di Afrika menghadapi kelaparan.

PBB menyakini sebanyak 310 juta orang di seluruh Afrika kemungkinan akan menderita kelaparan pada akhir dekade ini, naik dari 278 juta, atau hampir 20 persen dari total Afrika tahun lalu.

Ancaman krisis pangan meningkat setelah perang Rusia dengan Ukraina berkobar. Perang di Ukraina menyebabkan harga pangan melonjak 40% lagi pada kuartal pertama tahun ini. Kondisi itu diperburuk oleh kegagalan panen di berbagai belahan dunia akibat perubahan iklim. Sebelum Rusia menyerbu Ukraina pun, harga pangan sudah mencapai rekor tertinggi.

Baca Juga:4 Langkah Teknis Antisipasi Krisis Pangan
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pbb ustadz bachtiar nasir tausiyah ketahanan pangan krisis pangan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya