Museum Tekstil Tambah Koleksi 1.500 Lembar Kain Batik dan Tenun Ikat
Hasanah syakim
Jum'at, 28 Oktober 2022 - 18:47 WIB
Salah satu koleksi kain batik yang dipamerkan di Museum Tekstil (foto: istimewa)
Museum Tekstil menerima hibah lebih dari 1.500 lembar koleksi kain batik dan tenun ikat dari keluarga Eiko Adnan Kusuma, untuk dipamerkan, dirawat dan disimpan oleh Museum Tekstil.
Kepala Unit Pengelola Museum Seni, Sri Kusumawati menyampaikan hal ini menunjukan bahwa kepercayaan masyarakat kepada Museum Tekstil, sebagai lembaga pelestari kain tradisional Indonesia.
"Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi, kepada keluarga besar ahli waris almarhumah yang telah memberikan sumbangannya bagi Museum Tekstil ini," kata Sri Kusumawati dalam Pameran Nitik dikutip Jumat (28/10/2022).
Baca juga:Pameran Batik Nitik Tampilkan 80 Lebih Motif Kain Batik
Eiko Adnan Kusuma merupakan kolektor kain yang lahir Yogyakarta, dan menempuh pendidikan di Kyoto University Japan, dia wafat di Jakarta pada 8 September 2011 lalu.
Berawal dari ketertarikan Eiko terhadap kain tradisional hingga hobi mengoleksi batik, dan kain ikat antik sejak tahun 1960-an. Dia memiliki total lebih dari 2.000 lembar, dan sebagian koleksi sekitar 150 dihibahkan ke Museum Art and Textile Fukuoka, Japan.
Sebelumnya, koleksi batik tersebut juga kerap dipamerkan di beberapa pameran batik di Indonesia, dan di luar negeri seperti Belanda, Jepang, dan Amerika Serikat.
Kepala Unit Pengelola Museum Seni, Sri Kusumawati menyampaikan hal ini menunjukan bahwa kepercayaan masyarakat kepada Museum Tekstil, sebagai lembaga pelestari kain tradisional Indonesia.
"Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi, kepada keluarga besar ahli waris almarhumah yang telah memberikan sumbangannya bagi Museum Tekstil ini," kata Sri Kusumawati dalam Pameran Nitik dikutip Jumat (28/10/2022).
Baca juga:Pameran Batik Nitik Tampilkan 80 Lebih Motif Kain Batik
Eiko Adnan Kusuma merupakan kolektor kain yang lahir Yogyakarta, dan menempuh pendidikan di Kyoto University Japan, dia wafat di Jakarta pada 8 September 2011 lalu.
Berawal dari ketertarikan Eiko terhadap kain tradisional hingga hobi mengoleksi batik, dan kain ikat antik sejak tahun 1960-an. Dia memiliki total lebih dari 2.000 lembar, dan sebagian koleksi sekitar 150 dihibahkan ke Museum Art and Textile Fukuoka, Japan.
Sebelumnya, koleksi batik tersebut juga kerap dipamerkan di beberapa pameran batik di Indonesia, dan di luar negeri seperti Belanda, Jepang, dan Amerika Serikat.