Kisah Kesederhanaan Gus Dur, Silaturahmi Keliling Pekalongan Naik Vespa
Arif purniawan
Selasa, 08 November 2022 - 19:42 WIB
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tertawa bersama adiknya KH Shalahuddin Wahid (Gus Solah) (foto: istimewa)
Kisah kesederhanaan Mantan Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur diceritakan Abdul Adhim, Ketua PC Lakpesdam NU Kota Pekalongan.
Kesederhanaan mantan Ketua Umum PBNU ini diketahuinya sekitar tahun 1978 saat beliau silaturahmi ke KH Mahmud Masykur, di belakang Masjid Al Jami Kauman, Kota Pekalongan.
Suatu hari menjelang malam, tiba-tiba KH Mahmud dikagetkan dengan kehadiran sosok Gus Dur. Tanpa mengabari sebelumnya tiba-tiba Gus Dur mengetuk pintu rumah KH Mahmud Masykur. Beliau menyampaikan bahwa kehadirannya ke Pekalongan meminta diantar untuk ziarah ke para alumni Pesantren Tebuireng Jombang.
Bergegas Mahmud Masykur menghubungi H Zaky Junaid untuk mempersiapkan mobil terbarunya Mercedez Benz C-200. Setelah mobil siap dengan sopirnya, ia mengatakan, "Ayo Gus monggo kita jalan. (Ayo gus silahkan, kita jalan)". Dengan enteng Gus Dur menjawab "Ojo numpak mobil, awakmu duwe ne opo?(Jangan naik mobil, kamu punyanya apa?)".
Baca juga:Gusdurian Galang Donasi untuk Korban Tragedi Kanjuruhan
Mahmud Masykur pun menjawab pertanyaan Gus Dur. “Aku duwene sekuter (vespa) Gus(aku punyanya vespa, gus),” Gus Dur pun setuju dengan kendaraan yang dimilik Mahmud Masykur. "Iyo wis kui wae (Iya itu saja)," jawab Gus Dur.
Kemudian Gus Dur diantar keliling Pekalongan ziarah, kepada para alumni yang masih hidup juga kepada para alumni yang sudah meninggal dunia. Kebetulan mayoritas yang didatangi tidak berada di rumah. Keliling itu sampai sekitar pukul 00.00 (dinihari) setelahnya kembali lagi ke rumah.
Kesederhanaan mantan Ketua Umum PBNU ini diketahuinya sekitar tahun 1978 saat beliau silaturahmi ke KH Mahmud Masykur, di belakang Masjid Al Jami Kauman, Kota Pekalongan.
Suatu hari menjelang malam, tiba-tiba KH Mahmud dikagetkan dengan kehadiran sosok Gus Dur. Tanpa mengabari sebelumnya tiba-tiba Gus Dur mengetuk pintu rumah KH Mahmud Masykur. Beliau menyampaikan bahwa kehadirannya ke Pekalongan meminta diantar untuk ziarah ke para alumni Pesantren Tebuireng Jombang.
Bergegas Mahmud Masykur menghubungi H Zaky Junaid untuk mempersiapkan mobil terbarunya Mercedez Benz C-200. Setelah mobil siap dengan sopirnya, ia mengatakan, "Ayo Gus monggo kita jalan. (Ayo gus silahkan, kita jalan)". Dengan enteng Gus Dur menjawab "Ojo numpak mobil, awakmu duwe ne opo?(Jangan naik mobil, kamu punyanya apa?)".
Baca juga:Gusdurian Galang Donasi untuk Korban Tragedi Kanjuruhan
Mahmud Masykur pun menjawab pertanyaan Gus Dur. “Aku duwene sekuter (vespa) Gus(aku punyanya vespa, gus),” Gus Dur pun setuju dengan kendaraan yang dimilik Mahmud Masykur. "Iyo wis kui wae (Iya itu saja)," jawab Gus Dur.
Kemudian Gus Dur diantar keliling Pekalongan ziarah, kepada para alumni yang masih hidup juga kepada para alumni yang sudah meninggal dunia. Kebetulan mayoritas yang didatangi tidak berada di rumah. Keliling itu sampai sekitar pukul 00.00 (dinihari) setelahnya kembali lagi ke rumah.