Haedar Nashir Resmikan Museum Muhammadiyah Sebagai Memori Kesejarahan
Hasanah syakim
Selasa, 15 November 2022 - 05:00 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir saat mengunjungu Museum Muhammadiyah (foto: istimewa)
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir meresmikan Museum Muhammadiyah di Kampus IV Universitas Muhammadiyah (UAD), Senin (14/11/2022).
Dia menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah, terutama kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Efendy.
"Mudah-mudahan ini jadi amal jariyah dan terima kasih kepada UAD yang juga berkontribusi, sehingga di sinilah kekhasan Muhammadiyah jadi selalu ada kolaborasi di samping banyak hal yang kita membangun mandiri,” kata Haedar dalam keterangannya Senin (14/11/2022).
Baca juga:Intip Keindahan Masjid Apung Makassar, Sejuk dan Mempesona
Menurutnya, Museum Muhammadiyah sendiri bukan sekadar tempat wisata dan edukasi biasa, akan tetapi juga sebagai tempat menjaga memori kesejarahan peran-peran kebangsaan, kemanusiaan, dan keumatan Muhammadiyah. Didalamnya sekaligus proyeksi Muhammadiyah di masa depan.
“Kami juga berharap seluruh keluarga besar Persyarikatan agar memanfaatkan museum ini sebagai kunci pembuka sejarah, dan sekaligus maudhu’ah, yakni proyeksi Muhammadiyah ke depan dari pelajaran sejarah yang kita dapatkan di museum ini," ungkap Haedar.
Dia menyebut, museum ini tidak hanya bicara masa lampau, akan tetapi juga proyeksi ke masa depan. Sehingga dia juga mengajak seluruh Pimpinan Persyarikatan di tingkat wilayah hingga ranting, menyumbangkan artefak sejarah yang berkaitan dengan generasi awal Muhammadiyah.
Dia menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah, terutama kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Efendy.
"Mudah-mudahan ini jadi amal jariyah dan terima kasih kepada UAD yang juga berkontribusi, sehingga di sinilah kekhasan Muhammadiyah jadi selalu ada kolaborasi di samping banyak hal yang kita membangun mandiri,” kata Haedar dalam keterangannya Senin (14/11/2022).
Baca juga:Intip Keindahan Masjid Apung Makassar, Sejuk dan Mempesona
Menurutnya, Museum Muhammadiyah sendiri bukan sekadar tempat wisata dan edukasi biasa, akan tetapi juga sebagai tempat menjaga memori kesejarahan peran-peran kebangsaan, kemanusiaan, dan keumatan Muhammadiyah. Didalamnya sekaligus proyeksi Muhammadiyah di masa depan.
“Kami juga berharap seluruh keluarga besar Persyarikatan agar memanfaatkan museum ini sebagai kunci pembuka sejarah, dan sekaligus maudhu’ah, yakni proyeksi Muhammadiyah ke depan dari pelajaran sejarah yang kita dapatkan di museum ini," ungkap Haedar.
Dia menyebut, museum ini tidak hanya bicara masa lampau, akan tetapi juga proyeksi ke masa depan. Sehingga dia juga mengajak seluruh Pimpinan Persyarikatan di tingkat wilayah hingga ranting, menyumbangkan artefak sejarah yang berkaitan dengan generasi awal Muhammadiyah.