Piala Dunia 2022 Qatar
Flanking Manuver, Taktik Khalid bin Walid yang Dipakai Timnas Arab Saudi
Ummu hani
Rabu, 23 November 2022 - 14:58 WIB
Ilustrasi. Foto: Istimewa
Timnas Arab Saudi diluar dugaan berhasil membungkam Argentina dengan skor tipis 2-1 di babak penyisihan Grup C Piala Dunia 2022, Selasa (22/11/2022). Kemenangan Arab Saudi tersebut dinilai berkat Flanking Manuver, taktik militer yang dipakai Khalid bin Walid pada zaman Rasulullah SAW.
Sejatinya, penilaian tersebut hanya ungkapan kebahagiaan dari pendukung Tim Nasional Arab Saudi. Sahabat Muslim tentu akrab dengan Khalid bin Walid dalam sejarah Islam.
Baca juga: Kejutan di Grup C, Arab Saudi Tekuk Argentina 2-1
Mengutip dari Millitary History, Rabu (23/11/2022) Khalid bin Walid sahabat Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam yang dikenal sebagai Sayf Allāh al-Maslūl, pedang Allah yang terhunus.
Sebagai panglima perang, Khalid bin Walid terkenal akan taktik dan kecakapan militernya, memimpin pasukan Madinah.
Salah satu taktik perang yang membawa Khalid kepada kemenangan adalah Flanking Manuver. Ini merupakan manuver mengapit atau disebut serangan sayap di sisi kekuatan lawan.
Jika taktik ini berhasil, gaya lawan akan dikelilingi dari dua arah atau lebih, sehingga secara signifikan mengurangi kemampuan manuver musuh mempertahankan diri.
Sejatinya, penilaian tersebut hanya ungkapan kebahagiaan dari pendukung Tim Nasional Arab Saudi. Sahabat Muslim tentu akrab dengan Khalid bin Walid dalam sejarah Islam.
Baca juga: Kejutan di Grup C, Arab Saudi Tekuk Argentina 2-1
Mengutip dari Millitary History, Rabu (23/11/2022) Khalid bin Walid sahabat Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam yang dikenal sebagai Sayf Allāh al-Maslūl, pedang Allah yang terhunus.
Sebagai panglima perang, Khalid bin Walid terkenal akan taktik dan kecakapan militernya, memimpin pasukan Madinah.
Salah satu taktik perang yang membawa Khalid kepada kemenangan adalah Flanking Manuver. Ini merupakan manuver mengapit atau disebut serangan sayap di sisi kekuatan lawan.
Jika taktik ini berhasil, gaya lawan akan dikelilingi dari dua arah atau lebih, sehingga secara signifikan mengurangi kemampuan manuver musuh mempertahankan diri.