LANGIT7.ID-, NTT - Mahalnya biaya
Uang Kuliah Tunggal (UKT) menjadi masalah yang dikeluhkan banyak orang. Namun begitu,
Universitas Muhammadiyah Maumere (UM Maumere) seakan memberi "angin segar" kepada orangtua maupun calon mahasiswa.
UM Maumere yang terletak di Kabupaten Sikka,
Nusa Tenggara Timur (NTT) menawarkan kemudahan semaksimal mungkin agar masyarakat setempat maupun di daerah-daerah yang masih memiliki kekurangan akses pendidikan serta kendala ekonomi, tetap dapat memperoleh akses pendidikan tinggi.
Dalam misi turut mencerdaskan kehidupan bangsa, kampus ini memberi alternatif terkait pembayaran uang kuliah. Salah satunya dengan hasil bumi maupun komoditas pertanian.
Jadi, mahasiswa yang berasal dari keluarga petani, nelayan, atau masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas bisa memanfaatkan hasil panen sebagai pengganti pembayaran kuliah.
Dengan demikian, anak petani, nelayan, dan profesi apapun yang mengalami kesulitan ekonomi tetap dapat mengenyam pendidikan tinggi.
Baca juga: Potret Indah Toleransi: Kristofora, Mahasiswi Katolik Asal NTT Jadi Lulusan Terbaik Universitas Muhammadiyah MadiunSkema ini sebenarnya bukanlah hal baru. "Itu (bayar kuliah dengan hasil bumi) sudah lama kami terapkan di Universitas Muhammadiyah Maumere," ungkap Rektor Universitas Muhammadiyah Maumere periode 2021-2025, Erwin Prasetyo dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Jumat (4/6/2026).
Tak hanya itu, kampus yang masuk dalam kategori "Universitas Kristen Muhammadiyah" tersebut bahkan juga memberi opsi pembayaran uang kuliah lewat cara dicicil selama enam tahun, atau 72 kali masa cicilan (dibayar per bulan). Hebatnya lagi, cicilan tersebut bebas dari bunga.
Pemberian waktu enam tahun itu berdasarkan pertimbangan agar dapat memudahkan para mahasiswa membayar kuliah ketika mereka telah lulus kuliah empat tahun, dan kemudian bekerja. Namun sebelum lunas, kampus hanya memfasilitasi fotokopi ijazah agar alumni dapat leluasa mencari pekerjaan.
Selain dua skema di atas, Universitas Muhammadiyah Maumere kata Erwin juga menerima beasiswa KIP (kartu Indonesia Pintar) dan beasiswa LazisMu. Kemudahan lain diberikan dengan menawarkan potongan biaya kuliah untuk para pendaftar.
"Itu kemudahan-kemudahan di Universitas Muhammadiyah Maumere," ujar Erwin.
Baca juga: Kembangkan Bidang Medis, Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus dan Jarum dengan Teknologi dari ItaliaDengan adanya kemudahan akses ini, Universitas Muhammadiyah Maumere berharap dapat memberi opsi bagi masyarakat setempat agar anak-anaknya tidak perlu lagi merantau ke luar Flores untuk menuntut studi lanjutan. Sehingga agenda untuk membangun daerah lebih mudah ketika mereka lulus.
"Kita berhadap ada peningkatan SDM (sumber daya manusia) di Lembata karena kita juga bagian dari upaya mencerdaskan anak bangsa sesuai amanah undang-undang. Biar Lembata cepat berkembang karena perkembangan daerah juga ditentukan oleh SDM," pesannya.
Untuk saat ini, Universitas Muhammadiyah Maumere memiliki dua fakultas. Pertama, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan 8 program studi (pendidikan Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Kewarganegaraan, Ekonomi, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) dan kedua, Fakultas Sains dan Bisnis dengan 3 program studi (informatika, bisnis digital dan administrasi kesehatan). Semua program studi ini sudah terakreditasi B.
(lsi)