home masjid

Tak Digaji, Imam Masjid Al Noor di Selandia Baru : Saya Sukarela

Jum'at, 20 Agustus 2021 - 20:00 WIB
Masjid Al Noor di Selandia Baru. (Foto: Istimewa).
Seorang imam masjid di Christchurch, Selandia Baru, masih bersedia menjadi pemimpin shalat berjamaah. Dia tak mendapatkan gaji dan sukarela menjadi imam.

Kondisi ini untuk pertama kalinya dalam 41 tahun, masjid terbesar di Christchurch, Masjid Al Noor tidak mampu menggaji imamnya. Gamal Fouda, bertindak sebagai imam sukarela.

Presiden Asosiasi Muslim Canterbury, Mohamed Jama mengatakan masjid itu tidak lagi mampu membayar gaji imam yang nominalnya lebih dari 800 dolar per pekan karena kosongnya rekening masjid. Donasi dan amal menurun selama pandemi Covid-19 yang menyebabkan krisis ekonomi.

Baca Juga: Masjid Jin, Rumah Ibadah Terkecil di Dunia Terancam Hancur

Dia mengaku turut bersedih bahwa masjid tidak bisa lagi menggaji Fouda dengan layak. Masjid terus berupaya menstabilkan kas dan keuangan. Termasuk tidak lagi menggaji para takmir di masjid tersebut.

"Sekarang sangat, sangat buruk. Semua orang tidak punya uang. Ini pertama kalinya kami tidak punya uang di rekening, selama 41 tahun, untuk membayar seorang imam," kata Jalam dilansir Stuff.co.nz, Jumat (20/8/2021).

Fouda mengatakan, kondisi saat ini memang menyulitkan dan membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Dia juga harus memikirkan sumber pendapatan di luar aktivitasnya sebagai imam masjid.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
masjid pandemi covid-19 sukarela
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya