BPBD: Waspada Potensi Gerakan Tanah di Jakarta Selatan dan Timur
Ummu hani
Jum'at, 02 Desember 2022 - 15:53 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengimbau warga wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur untuk waspada terhadap potensi pergerakan tanah pada musim hujan Desember 2022.
Prakiraan wilayah potensi terjadi gerakan tanah disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay). Hasil tersebut antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
Menurut informasi dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), beberapa daerah di Provinsi DKI Jakarta berada di Zona Menengah.
Baca juga:Sekolah Roboh, Anak-anak Pengungsi Gempa Cianjur Belajar di Tenda Darurat
Pada Zona Menengah dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal. Ini terjadi terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Sementara pada Zona Tinggi, gerakan tanah lama dapat aktif kembali.
"Kepada Lurah, Camat, dan masyarakat diimbau untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal," tulis imbauan BPBD DKI Jakarta, dalam keterangan resmi, Jumat (12/22/2022).
Adapun wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur berpotensi mengalami pergeseran tanah, antara lain:
Prakiraan wilayah potensi terjadi gerakan tanah disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay). Hasil tersebut antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
Menurut informasi dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), beberapa daerah di Provinsi DKI Jakarta berada di Zona Menengah.
Baca juga:Sekolah Roboh, Anak-anak Pengungsi Gempa Cianjur Belajar di Tenda Darurat
Pada Zona Menengah dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal. Ini terjadi terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Sementara pada Zona Tinggi, gerakan tanah lama dapat aktif kembali.
"Kepada Lurah, Camat, dan masyarakat diimbau untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal," tulis imbauan BPBD DKI Jakarta, dalam keterangan resmi, Jumat (12/22/2022).
Adapun wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur berpotensi mengalami pergeseran tanah, antara lain: