Kemenkes Percepat Pemenuhan Kebutuhan Kesehatan di Indonesia
Hasanah syakim
Senin, 05 Desember 2022 - 22:45 WIB
Gedung Kementerian Kesehatan (foto: istimewa)
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bertekad mempercepat pemenuhan dokter, dokter gigi dan spesialis, guna memenuhi kebutuhan kesehatan di seluruh fasyankes di Indonesia.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono menyampaikan saat ini diketahui banyak fasilitas pelayanan kesehatan yang masih kekurangan tenaga kesehatan.
"Dibutuhkan waktu sekitar 7-36 tahun untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis di jejaring layanan rujukan,” kata Dante saat membuka Acara Muktamar, Senin (5/12/2022).
Baca juga:Tolak Pengesahan RKHUP, Masyarakat Gelar Aksi Tabur Bunga di Gedung DPR
Dante menjelaskan, upaya akselerasi ini dilakukan dengan menambah kuota dan jumlah prodi di fakultas kedokteran, serta melakukan program pengampuan RS pendidikan terhadap RS lainnya.
"Skema ini disebut juga dengan Academic-Based Health System (AHS), yang mana rumah sakit didorong agar tidak hanya berperan dalam memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga dalam bidang pendidikan dan penelitian," ujarnya.
Dante menyebut nantinya Kemenkes akan membentuk sistem RS online untuk meningkatkan sistem integrasi, dan interoperabilitas antarrunah sakit. Sehingga RS Pendidikan yang sudah ada bisa mengampu RS lainnya.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono menyampaikan saat ini diketahui banyak fasilitas pelayanan kesehatan yang masih kekurangan tenaga kesehatan.
"Dibutuhkan waktu sekitar 7-36 tahun untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis di jejaring layanan rujukan,” kata Dante saat membuka Acara Muktamar, Senin (5/12/2022).
Baca juga:Tolak Pengesahan RKHUP, Masyarakat Gelar Aksi Tabur Bunga di Gedung DPR
Dante menjelaskan, upaya akselerasi ini dilakukan dengan menambah kuota dan jumlah prodi di fakultas kedokteran, serta melakukan program pengampuan RS pendidikan terhadap RS lainnya.
"Skema ini disebut juga dengan Academic-Based Health System (AHS), yang mana rumah sakit didorong agar tidak hanya berperan dalam memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga dalam bidang pendidikan dan penelitian," ujarnya.
Dante menyebut nantinya Kemenkes akan membentuk sistem RS online untuk meningkatkan sistem integrasi, dan interoperabilitas antarrunah sakit. Sehingga RS Pendidikan yang sudah ada bisa mengampu RS lainnya.