Bencana Alam Datang Bertubi-tubi, Teguran untuk Introspeksi Diri
Fifiyanti Abdurahman
Rabu, 07 Desember 2022 - 15:28 WIB
Pengungsi gempa Cianjur. Foto: Langit7/iStock.
Belakangan ini Indonesia dilanda banyak bencana alam, mulai dari banjir, gempa bumi, hingga erupsi gunung.
Pengasuh Pondok Pesantren Rumah Tahfiz Tunarungu Darul A’Shom, Yogyakarta, Ustaz Abu Kahfi mengatakan bencana alam yang terjadi belakangan ini merupakan teguran dari Allah SWT untuk manusia berintrospeksi diri.
"Kalau adanya bencana saat ini, itu termasuk teguran dari Allah SWT agar kita, baik yang melakukan dosa ataupun yang tidak tetapi mendapatkan dampaknya, harus introspeksi," ujar Ustaz Abu Kahfi kepada Langit7, Rabu (7/12/2022).
Baca juga: Tegaskan Bencana Alam Bukan Azab, MUI Jabar Keluarkan Surat Edaran
Dia melanjutkan, bencana yang terjadi di bumi atas dasar amalan orang yang ada di muka bumi itu.
"Jadi amalan manusia diangkat ke langit kemudian diturunkan lagi ke bumi. Kalau amalan di dunia ini baik maka dari langit turunnya baik. Ini sudah satu hukum sunatullah," katanya.
Dalam hadis Nabi dari Thabrani dan Ibnu Abas dikatakan, "Jikalau suatu kaum mengurangi takaran timbangan, maka Allah akan menahan air dari Langit. Jika muncul perzinahan terang-terangan, maka Allah akan menampakkan kematian. Jika muncul riba di suatu kaum kecuali orang gila akan menguasai mereka. Jika muncul pembunuhan suatu kaum kecuali musuh akan memusuhi mereka. Jika menguji kaum Luth maka akan diberikan bencana longsor oleh Allah. Jika engkau meninggalkan amal ma'aruf yang Nahi Munkar atau tidak mengindahkan dakwah kebaikan maka doanya tidak akan ke langit dan akan diturunkan azab."
Pengasuh Pondok Pesantren Rumah Tahfiz Tunarungu Darul A’Shom, Yogyakarta, Ustaz Abu Kahfi mengatakan bencana alam yang terjadi belakangan ini merupakan teguran dari Allah SWT untuk manusia berintrospeksi diri.
"Kalau adanya bencana saat ini, itu termasuk teguran dari Allah SWT agar kita, baik yang melakukan dosa ataupun yang tidak tetapi mendapatkan dampaknya, harus introspeksi," ujar Ustaz Abu Kahfi kepada Langit7, Rabu (7/12/2022).
Baca juga: Tegaskan Bencana Alam Bukan Azab, MUI Jabar Keluarkan Surat Edaran
Dia melanjutkan, bencana yang terjadi di bumi atas dasar amalan orang yang ada di muka bumi itu.
"Jadi amalan manusia diangkat ke langit kemudian diturunkan lagi ke bumi. Kalau amalan di dunia ini baik maka dari langit turunnya baik. Ini sudah satu hukum sunatullah," katanya.
Dalam hadis Nabi dari Thabrani dan Ibnu Abas dikatakan, "Jikalau suatu kaum mengurangi takaran timbangan, maka Allah akan menahan air dari Langit. Jika muncul perzinahan terang-terangan, maka Allah akan menampakkan kematian. Jika muncul riba di suatu kaum kecuali orang gila akan menguasai mereka. Jika muncul pembunuhan suatu kaum kecuali musuh akan memusuhi mereka. Jika menguji kaum Luth maka akan diberikan bencana longsor oleh Allah. Jika engkau meninggalkan amal ma'aruf yang Nahi Munkar atau tidak mengindahkan dakwah kebaikan maka doanya tidak akan ke langit dan akan diturunkan azab."