LANGIT7.ID - , Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (
MUI) Jawa Barat (Jabar) mengeluarkan surat edaran yang menegaskan bahwa musibah atau
bencana alam bukanlah
azab dari Tuhan Yang Maha Esa. Surat edaran tersebut menyusul beredarnya informasi di masyarakat tentang gempa bumi Cianjur yang dikaitkan dengan azab.
Sekretaris Umum MUI Jawa Barat, Rafani Achyar meminta masyarakat tidak memberi penilaian berlebih terhadap bencana alam yang terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Terlebih menganggap bencana alam berupa gempa bumi tersebut merupakan sebuah azab dari Allah SWT.
Baca juga: 5 Tema Khutbah Jumat: Peringatan Azab Allah kepada Kaum LGBT“Jangan sekali-kali menyebutkan mereka ini adalah kelompok masyarakat yang sedang diazab Allah SWT,” kata Rafani dalam Diskusi Gaspol Edisi II bertajuk Jabar Gaspol Tanggap Bencana, Cianjur Pulih di Kota Bandung, dikutip dari MUI Online, Rabu (7/12/2022).
Menurut Rafani, beragam bencana alam yang terjadi sebagai peringatan dari Allah SWT atau menampakkan kuasa-Nya, bukan sebagai azab. Dia menambahkan, banyak korban gempa Cianjur merupakan orang-orang saleh.
Karena itu, dia meminta masyarakat tidak beropini jika bencana alam ini adalah sebuah azab.
“Surat edaran ini nanti ditujukan ke MUI tingkat kabupaten/kota. Ini dilakukan supaya dijadikan tema-tema pengajian atau khutbah dengan mengangkat tema tentang pentingnya memberi pertolongan bantuan kepada saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah, itu intinya,” tegas Rafani.
Sebagai informasi, sebanyak 323 korban meninggal, 108 korban luka berat, dan ribuan pengungsi akibat gempa bumi Cianjur yang terjadi pada Senin, 21 November 2022 lalu.
Baca juga: Gus Baha: Bencana Alam Belum Tentu Azab, Bisa Jadi Penghapus DosaGempa bumi berkekuatan magnitudo 2,8 dan 2,9 juga terjadi Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Ahad (4/12/2022). Disusul erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur, pada hari yang sama. Dari erupsi Semeru, sebanyak 1.979 jiwa mengungsi di 11 titik setelah terjadi Awan Panas Guguran (APG).
(est)